TOPIK
Pelajar Meninggal saat MPLS di Sukabumi
-
Nasib Kepala Sekolah SMPNA 1 Ciambar berinisial K masih menjadi tanda tanya setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.
-
Siswa ini ditemukan meninggal pada Minggu (23/7/2023) setelah mengikuti MPLS di SMPN 1 Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
-
Kepala Sekolah SMPN 1 Ciambar ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyalahi sejumlah prosedur dalam penyelenggaraan MPLS.
-
Wawan meyakini, penyidik sudah profesional dalam menjalankan tugas penyelidikan, hingga menetapkan kepala sekolah jadi tersangka.
-
Organisasi profesi guru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Sukabumi menerjunkan bantuan hukum terhadap Kepala SMPN 1 Ciambar.
-
Kepala Sekolah SMPN 1 Ciambar ditetapkan jadi tersangka oleh Polres Sukabumi karena diduga menyalahi sejumlah prosedur dalam penyelenggaraan MPLS.
-
K terbukti melanggar aturan atau melawan hukum dalam kegiatan MPLS yang menimbulkan korban jiwa tersebut.
-
K telah melanggar aturan Permendikbud nomor 18 tahun 2016 dalam melakukan pengenalan lingkungan sekolah terhadap siswa baru.
-
Kepala Sekolah SMPN 1 Ciambar, Kabupaten Sukabumi, ditetapkan sebagai tersangka penyelenggaraan MPLS yang menewaskan seorang siswa baru.
-
Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede, mengatakan, dalam kasus meninggalnya seorang siswa saat MPLS pihaknya telah memeriksa 15 orang saksi.
-
Pihak keluarga korban telah menyetujui untuk melakukan pembongkaran makam dan jasad korban akan diautopsi.
-
Pihak sekolah SMPN 1 Ciambar sempat mendatangi keluarga korban di rumahnya di Kampung Selaawi, Desa Cibunarjaya, Kecamatan Ciambar Kabupaten Sukabumi.
-
Kadisdik Sukabumi menyebut, tenggelamnya MA sampai meninggal dunia saat mandi di Sungai Cileuleuy dalam kegiatan hiking di luar MPLS
-
Jenazah MA (13) korban MPLS di SMPN 1 Ciambar menjalani autopsi oleh dokter forensik RSUD Sekarwangi, Sukabumi, Selasa (25/07/2023).
-
Kuburan jenazah MA (13), korban tenggelam dalam kegiatan MPLS SMPN 1 Ciambar Kabupaten Sukabumi dibongkar, hari ini, Selasa (25/07/2023).
-
Duka dan kecewa masih terlihat jelas di raut wajah Iman, orang tua MA (13), siswa baru SMPN 1 Ciambar, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal karena MPLS.
-
Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sukabumi, Jujun Juaeni, berbanding terbalik dengan hasil pemeriksaan dari kepolisian.
-
Kejadian dugaan perpeloncoan dalam MPLS di sejumlah sekolah Sukabumi dan Cianjur, katanya, menjadi catatan serius untuk MPLS tahun depan.
-
Kedatangannya tiada lain, sesuai intruksi Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede untuk mengungkap kematian MA.
-
Iman mengungkapkan kekecewaanya terhadap pihak sekolah SMPN 1 Ciambar. Ia pun mempertanyakan pengawasan saat berlansungnya MPLS.
-
MA merupakan siswa baru SMPN 1 Ciambar yang awalnya mengikuti kegiatan sekolah berupa MPLS selama empat hari mulai hari Senin hingga Jumat.
-
saat itu sebanyak 120 siswa baru SMPN 1 Ciambar melakukan lintas alam atau hiking yang merupakan bagian dari kegiatan MPLS.
-
Kejadian dugaan perpeloncoan dalam MPLS di sejumlah sekolah Sukabumi dan Cianjur, katanya, menjadi catatan serius untuk MPLS tahun depan.
-
Jujun mengatakan, korban awalnya diketahui hilang saat orang tua melapor ke pihak sekolah, bahwa korban tak kunjung pulang usai kegiatan di sekolah.
-
Dinas Pendidikan mengatakan meninggalnya MA (13) di luar kegiatan MPLS yang dilakukan oleh SMPN 1 Ciambar.
-
Kanit Reskrim Polsek Nagrak, Aipda Ariek Derliboy Hidayat mengatakan, korban ditemukan di dalam Sungai Cileuluy, di Kampung Selaawigirang
-
Bupati Sukabumi Marwan Hamami memberikan respons terkait meninggalnya MA (13), siswa SMPN 1 Ciambar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
-
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jujun Junaedi, membantah MA (13), siswa kelas 7 SMPN 1 Ciambar, meninggal dunia saat mengikuti MPLS.
-
Keluarga korban kecewa pihak sekolah tidak mendatangi dan memberitahukan kondisi MA tenggelam saat mengikuti MPLS SMPN 1 Ciambar, Sukabumi.
-
Nasib nahas dialami seorang siswa baru SMPN 1 Ciambar, Kabupaten Sukabumi, yang meninggal dunia saat mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah.