Pelajar Meninggal saat MPLS di Sukabumi

Kepala SMPN 1 Ciambar Sukabumi Terancam Dipecat Buntut Meninggalnya Seorang Siswa saat MPLS

Jujun mengatakan, korban awalnya diketahui hilang saat orang tua melapor ke pihak sekolah, bahwa korban tak kunjung pulang usai kegiatan di sekolah.

|
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Ravianto
Dok Dinas Pendidikan
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jujun Juaeni (paling kanan), saat bertakziah ke rumah korban tenggelam. 

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kasus meninggalnya seorang siswa SMP di Sukabumi setelah mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS berbuntut.

Siswa SMP yang meninggal itu adalah MA, 13 tahun dan merupakan siswa SMPN 1 Ciambar.

MA ditemukan tewas tenggelam di Sungai Cileuleuy, Sukabumi, Sabtu (22/7/2023) lalu.

Kini, Kepala Sekolah SMPN 1 Ciambar terancam dipecat.

Hal itu disampaikan Bupati Sukabumi, Marwan Hamami.

Marwan mengatakan, jika kegiatan tersebut mengabaikan prosedur, maka Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 1 Ciambar terancam dipecat dari jabatannya.

Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengaku waswas saat ia melewati jalan yang tertimbun longsor ketika berangkat ke rapat paripurna DPRD, Kamis (30/3/2023).
Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengaku waswas saat ia melewati jalan yang tertimbun longsor ketika berangkat ke rapat paripurna DPRD, Kamis (30/3/2023). (tribun jabar)

"Kalau prosedurenya diabaikan bisa saja dipecat setelah dibentuk tim investigasi dan laporan dari polisi," kata Marwan kepada Tribun via WhatsApp, Minggu (23/7/2023) kemarin.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Jujun Juaeni (sebelumnya ditulis Junaedi) membantah MA (13) siswa kelas 7 SMPN 1 Ciambar meninggal dunia saat mengikuti kegiatan MPLS.

Diketahui, MA dikabarkan meninggal dunia akibat tenggelam di sungai saat mengikuti kegiatan MPLS, Sabtu (22/7/2023).

Baca juga: Kasus Siswa SMPN 1 Ciambar Tewas Tenggelam saat MPLS, Polisi Sedang Menyelidiki

Saat dikonfirmasi, Jujun mengatakan, korban meninggal akibat tenggelam setelah terpisah dari rombongan saat hiking. Ia pun membantah hiking bagian dari kegiatan MPLS.

"Yang pertama bahwa betul ada siswa meninggal dunia di SMPN 1 Ciambar pada saat kegiatan hiking dan botram, jadi bukan di MPLS," kata Jujun kepada Tribun via telepon, Minggu (23/7/2023).

"Jadi kronologis kejadiannya MPLS berakhir di hari Jumat, terus hari Sabtu berdasarkan kebiasaan di sekolah tersebut ada kegiatan hiking dan makan bersama," jelasnya.

Jujun mengatakan, korban awalnya diketahui hilang saat orang tua melapor ke pihak sekolah, bahwa korban tak kunjung pulang usai kegiatan di sekolah.

Menurutnya, korban diduga memisahkan diri dari rombongan saat hiking.

"Pada saat kembali ke sekolah ada beberapa anak yang memisahkan diri dari rombongan besar dan tidak diketahui oleh para pembinanya, sehingga pada saat pengecekan ada orang tua yang menginformasikan bahwa anaknya belum pulang," ucap Jujun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved