Prof Didi Turmudzi Kembali Pimpin PB Paguyuban Pasundan Periode 2025–2030

Didi Turmudzi, M.Si., kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan

Editor: Siti Fatimah
Dok Paguyuban Pasundan
PAGUYUBAN PASUNDAN - Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan (PP) periode tahun 2025–2030.  Pengukuhan dilakukan dalam gelaran Sawala Budaya ke-44 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat-Sabtu (29-31/8/2025). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Prof. Dr. H. M. Didi Turmudzi, M.Si., kembali terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan (PP) periode tahun 2025–2030. 

Usai terpilih, Prof Didi bertekad menjalankan amanah tersebut sesuai visi dan misi Paguyuban Pansundan.

"“Saya bersyukur kepada Allah, saya mendapat amanah ini dari sahabat-sahabat semua. Oleh karena itu ini adalah tugas yang tentu harus dijawab dengan berbagai program. Mudah-mudahan Allah memberikan kesehatan, kekuatan, sehingga saya bisa melaksanakan amanah ini dengan baik," kata Prof Didi dalam sambutanya pada acara pengukuhan dalam gelaran Sawala Budaya ke-44 di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, pada Jumat-Sabtu (29-31/8/2025).

Ia mengatakan akan mencoba berjuang dan bekerja keras agar apa yang diharapkan masyarakat dan tujuan, serta cita-cita organisasi Paguyuban Pasundan bisa terwujud.

Menurutnya, Paguyuban Pasundan tak hanya menjadi wadah pelestarian budaya Sunda, namun organisasi ini juga hadir dalam menjawab tantangan kebangsaan, khususnya melawan kebodohan dan kemiskinan.

Untuk melawan itu semua, sudah diwujudkan dengan kehadiran sekolah-sekolah dibawah Paguyuban Pasundan.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, H. TB. Ace Hasan Syadzily, mengatakan Paguyuban Pasundan memiliki peran besar dalam memperkuat ketahanan nasional.

"Forum ini bukan hanya tempat musyawarah saja, tetapi juga mercusuar peradaban Sunda yang terus menyala disertai api kebangsaan Indonesia sejak 1913,” kata Ace dalam pidatonya

Ia mengutip Sastrawan almarhum Ajip Rosidi yang menyebutkan, "mun urang leungit basa, hartina, urang leungit bangsa” (jika kita kehilangan bahasa, berarti kita kehilangan bangsa)," 

Ace memuji eksistensi Paguyuban Pasundan sebagai bagian dari denyut kebangsaan, saksi perjuangan kemerdekaan, sekaligus pengawal moralitas dan pendidikan bangsa.

Peran nyata Paguyuban Pasunda antara lain di bidang pendidikan, budaya, dan sosial politik. Di bidang pendidikan, hadir Universitas Pasundan (Unpas), Universitas Terbuka, SD, SMP, dan SMA Pasundan.

"Paguyuban Pasunda menjaga kebudayaan, denyut seni karawitan, tari tradisi, sastra, hingga falsafah hidup Sunda. Di bidang sosial politik, Paguyuban Pasundan menjadi wadah aspirasi masyarakat Sunda yang konstruktif," katanya.

"Peran Sawala Budaya menjaga kedaulatan, merawat persatuan, memastikan, kelangsungan hidup Indonesia di segala bidang kehidupan, benteng kohesi sosial, wujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, mendukung program pemerintah, mempertahankan nilainilai lokal, dan mewujudkan tujuan nasional," lanjutnya.

Ace juga menyampaikan kondisi dinamika geopolitik dan konstelasi global saat ini yang menjadi tantangan bagi daya tahan serta eksitensi bangsa Indonesia.

Ia mencontohkan dinamika geopolitik global yang terjadi, antara lain, persaingan kekuatan besar, revolusi digital/teknologi informasi yang memunculkan disrupsi budaya. Kemudian, perang dagang dan perang Israel-Palestina, Israel-Iran, dan Rusia-Ukraina.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved