Breaking News:

Coffee Break

Emmanuel Macron

DITILIK dari usianya, Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron tentu lelaki yang prestasinya sangat gemilang.

Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Emmanuel Macron
dokumentasi
Hermawan Aksan, Wartawan Tribun

Oleh Hermawan Aksan

DITILIK dari usianya, Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron tentu lelaki yang prestasinya sangat gemilang. Ia menjadi presiden Prancis pada 2017 sebelum usianya genap 40 tahun.

Sebelumnya, ia mempelajari Filsafat di Universitas Paris-Ouest Nanterre La Défense dan meraih gelar DEA (gelar akademik tingkat pascasarjana) pada usia 20-an. Ia lalu bekerja sebagai asisten Paul Ricoeur, seorang filsuf terkenal Prancis, antara 1999 dan 2001 dan membantu menyunting buku karya Ricoeur La Mémoire, l'histoire, l'oubli (Memory, history, forgetting). Ia juga meraih gelar dalam bidang Urusan Publik di Sciences Po, sebelum ikut serta dalam pelatihan sebagai pegawai negeri sipil senior di École nationale d'administration (ENA) dan lulus pada 2004.

Macron bekerja sebagai Inspektur Keuangan di Kementerian Ekonomi Prancis antara 2004 dan 2008. Pada 2007, ia menjabat sebagai deputi rapporteur pada komisi untuk memengaruhi pertumbuhan Prancis yang dikepalai oleh Jacques Attali.

Baca juga: Surat buat Mas Menteri

Ia kemudian meninggalkan jabatan tersebut untuk menjadi bankir investor di Rothschild & Cie Banque. Dari 2012 hingga 2014, ia menjabat sebagai deputi sekretaris jenderal Élysée, seorang anggota senior staf Presiden Hollande. Ia dilantik menjadi Menteri Ekonomi, Industri dan Data Digital dalam Kabinet Valls kedua pada 26 Agustus 2014, menggantikan Arnaud Montebourg.

Hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun, ia menggantikan Hollande menjadi orang nomor satu Prancis.

Siapa pun pasti mengagumi pendidikan dan kariernya baik sebagai bankir maupun politikus.

(Apa yang sudah saya capai dalam usia 39 tahun? Mungkin begitu banyak orang berpikir.)

Baca juga: Provinsi Sunda

Nah, di balik sukses seorang lelaki, pasti ada perempuan hebat yang mendukungnya. Perempuan hebat di balik sukses Emmanuel Macron itu bernama Brigitte Trogneux.

Ia lahir dengan nama Brigitte Marie-Claude Trogneux di Amiens, Prancis, 13 April 1953. Orang tuanya adalah Simone (1910-1998) dan Jean Trogneux (1909-1994), pemilik Chocolaterie Trogneux generasi kelima yang sebelumnya didirikan pada tahun 1872 di Amiens. Brigitte adalah anak bungsu dari enam bersaudara.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved