Breaking News:

Coffee Break

Emmanuel Macron

DITILIK dari usianya, Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron tentu lelaki yang prestasinya sangat gemilang.

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Hermawan Aksan
Emmanuel Macron
dokumentasi
Hermawan Aksan, Wartawan Tribun

Brigitte pernah menjadi guru sastra di Collège Lucie-Berger di Strasbourg pada 1980-an. Pada 1990-an ia mengajar bahasa Prancis dan Latin di Lycée la Providence, yang merupakan SMA Yesuit di Amiens. Di sekolah itulah ia bertemu Emmanuel Macron untuk pertama kalinya. Emmanuel mengikuti pelajaran sastra yang diantarkan oleh Brigitte dan Brigitte juga menjadi penanggung jawab kelas teater yang diikuti Emmanuel. Di sanalah mereka saling jatuh cinta.

Baca juga: Hoaks UU Ciptaker

Keduanya menjalin kisah cinta yang aneh: Brigitte 24 tahun 8 bulan lebih tua daripada Emmanuel dan berstatus sebagai istri dan ibu, yang salah satu anaknya lebih tua daripada Emmanuel.

"Mereka mengadakan pertemuan pribadi ketika Emmanuel baru berusia 15 tahun," kata seorang mantan teman sekelas Emmanuel.

Wajar kalau kisah cinta mereka tidak direstui orang tua Emmanuel. Mereka berusaha memisahkan Emmanuel dan sang guru dengan memindahkan si anak untuk bersekolah di Paris. Orang tua Emmanuel pun menyempatkan diri bertemu dengan Brigitte dan memintanya untuk tidak melihat putra mereka lagi sampai dia dewasa. Namun dengan tegas sang ibu guru mengatakan bahwa dia tidak bisa "menjanjikan apa pun".

Baca juga: Janda Bolong

Cinta Emmanuel pun rupanya begitu kuat. Sebelum berpisah, ia mengatakan kepada Brigitte, "Apa pun yang Anda lakukan, saya akan kembali dan saya akan menikahi Anda."

Mereka sempat berbicara selama berjam-jam melalui telepon. Begitu Emmanuel berusia 18 tahun, Brigitte bercerai dan pindah ke Paris untuk menemani muridnya. Pada 2007 keduanya menikah. Saat itu Emmanuel berusia 30 tahun dan Brigitte 54 tahun.

Kegemilangan dalam pendidikan dan karier serta kanehan dalam cinta mungkin tidak berhubungan, tapi boleh jadi bersinggungan.

Kini, ia menjadi pemimpin dunia yang aneh: berbeda dengan banyak pemimpin negara lain, ia bersikukuh mendukung diterbitkannya karikatur Nabi Muhammad dan mendapat kecaman dari berbagai penjuru dunia.

Mungkin ia sedang menuai badai? (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved