Coffee Break
Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Menuju El Clasico ala Indonesia
El Clásico menjadi salah satu pertandingan yang selalu ditunggu dan menarik perhatian jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Oleh Hermawan Aksan
SECARA bahasa, el clasico berarti klasik. Namun el clasico memiliki makna yang lebih khusus, yakni istilah yang diberikan untuk pertandingan sepak bola yang mempertemukan dua klub raksasa Liga Spanyol, FC Barcelona dan Real Madrid.
Laga kedua klub ini juga kadang disebut sebagai El Derbi Espanyol.
Setiap tahun, pertemuan antara Barcelona dan Real Madrid terjadi tidak hanya di Liga Spanyol (La Liga) yang memang sudah terjadwal pasti, tapi juga berpeluang terjadi di Copa del Rey, Liga Champions, Piala Super Spanyol, dan Piala Super Eropa.
Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Aing Persib, Aing Persija
Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Serigala Penyendiri Bernama Zakiah Aini
Jadi, jumlah maksimal pertemuan kedua klub bisa mencapai angka sembilan kali.
El Clásico menjadi salah satu pertandingan yang selalu ditunggu dan menarik perhatian jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Selalu terjadi laga dramatis di lapangan hijau dalam setiap pertemuannya.
Salah satu periode puncak yang menampilkan rangkaian drama el Clasico terjadi ketika kedua klub diperkuat masing-masing oleh megabintang yang secara individu selalu berkompetisi untuk meraih predikat pemain terbaik di dunia: Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Lebih-lebih ketika Real Madrid ditangani pelatih yang paling populer di dunia karena prestasi dan mulut besarnya: Jose Mourinho.
Mengapa Barcelona dan Real Madrid terus bersaing selama berpuluh-puluh tahun? Persaingan itu muncul tidak lepas dari sejarah bahwa Madrid dan Barcelona adalah dua kota terbesar di Spanyol dan dua klub itu adalah klub sepak bola paling berhasil dan berpengaruh di negeri itu.
Dalam pertandingan resmi yang diakui FIFA, Barcelona telah meraih 83 trofi sedangkan Real Madrid telah meraih 84 trofi.
Di sisi lain, kedua klub kadang-kadang diidentifikasi sebagai lawan yang berseberangan secara politik, yakni Real Madrid mewakili bangsa Spanyol dan Barcelona mewakili bangsa Catalan.
Di negeri kita, belakangan ada yang menyebut pertemuan antara Persib Bandung dan Persija Jakarta sebagai el Clasico-nya Indonesia.
Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Lawan Terus Rasialisme
Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Benci, Benar-benar Cinta
Sebutan ini mungkin ada benarnya, tapi juga terasa berlebihan. Pada setidaknya dua dekade terakhir, rivalitas antara Persib dan Persija memang memanas. Namun, rivalitas itu terutama tidak berkaitan dengan sejarah dan persaingan kedua klub dalam memperebutkan prestasi.
Perseteruan itu lebih banyak terjadi antara kedua pendukung fanatik masing-masing, yakni Bobotoh (terutama Viking) dan The Jakmania, yang tak jelas juntrungannya.
Dikutip dari sebuah laman, sejarah justru berkata sebaliknya: kedua klub, baik Persib maupun Persija, memiliki jalinan mesra jauh sebelum masa kemerdekaan, tepatnya saat berjuang bersama mendirikan PSSI.