Breaking News:

Coffee Break

Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Benci, Benar-benar Cinta

Belakangan mungkin peta kebencian itu sedikit berubah setelah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno masuk ke jajaran kabinet Jokowi.

Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan

Oleh Hermawan Aksan

PADA tahun 1980-an sebuah lagu berjudul “Istilah Cinta” karya Obbie Mesakh, yang dinyanyikan oleh Heidy Diana, sempat populer. Salah satu baitnya berisi lirik seperti ini: Benci, benar-benar cinta/Sebel, seneng betul/Gemes, genit-genit mesra/Suzuki, sungguh-sungguh laki-laki.

Padahal, benci, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia dan menurut pemahaman kita sehari-hari, berarti sangat tidak suka. Lalu diberikan contoh dua kalimat: saya -- kepada penjilat; ia -- benar kepada orang yang suka menonjolkan diri dan memburuk-burukkan orang lain.

Dalam kamus tesaurus pun disebutkan daftar sejumlah kata yang bisa menggantikan kata benci, yaitu jelah, jijik, kesal, muak, pasai, sebal; bosan, jemu, dan jenuh, tentu dengan kandungan nuansa yang berbeda-beda.

Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Antara Kudeta Demokrat dan Kasus Nissa-Ayus

Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Blunder Itu Memang Menyakitkan!

Tapi, namanya juga “istilah cinta”, tentu kata benci dengan makna benar-benar cinta tidak perlu menjadi bahan perdebatan. Kita mungkin pernah mendengar nasihat yang berbunyi lebih kurang “Jangan terlalu membenci sesuatu karena bisa saja kamu suatu saat menyukainya.”

Nasihat ini sejalan dengan sebuah hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah: “Cintailah orang yang engkau cintai seperlunya karena bisa saja suatu hari dia akan menjadi musuhmu dan bencilah orang yang kamu benci seperlunya karena bisa jadi suatu hari kelak dia akan menjadi orang yang engkau cintai.” (HR: Al-Tirmidzi)

Apakah Anda membenci mantan pacar Anda karena sudah berbuat berdusta, zalim, dan ingkar janji? Mungkin Anda membencinya seumur hidup karena Anda merasa bahwa kesalahan mantan pacar Anda itu tidak dapat dimaafkan.

Bukankah akan merupakan siksaan berat jika Anda sering teringat kepada sang mantan dan terus membencinya?

Cobalah, kalau Anda sedikit mengurangi rasa benci itu dengan cara melupakannya, pasti Anda akan merasa lebih nyaman dengan pacar Anda sekarang, atau yang kemudian menjadi pasangan hidup Anda, dan Anda berdua bahagia untuk selama-lamanya.

Selama beberapa tahun terakhir kita akrab dengan istilah ujaran kebencian (Inggris: hate speech), yang bisa didefinisikan sebagai tindakan komunikasi yang dilakukan oleh suatu individu atau kelompok dalam bentuk provokasi, hasutan, ataupun hinaan kepada individu atau kelompok yang lain dalam hal berbagai aspek seperti ras, warna kulit, etnis, gender, cacat, orientasi seksual, kewarganegaraan, agama, dan lain-lain.

Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Bus Bertuliskan Tottenham Hotspur

Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Covid-19 Sudah Menerkam

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved