Ekonomi yang Terluka: Dampak HIV Perempuan dan Anak yang Jarang Dibahas Negara
Jarang ada yang melihat bahwa HIV juga adalah isu ekonomi, isu sosial, dan isu masa depan kualitas manusia.
Donasi perlengkapan sekolah membuat anak penyintas:
- tidak putus sekolah,
- tidak tertinggal secara psikososial,
- tetap percaya diri menghadapi masa depan.
Mengapa penting? Karena setiap bantuan kecil mencegah keluarga penyintas jatuh lebih dalam ke jurang kemiskinan.
Indonesia Tidak Bisa Hanya Mengobati HIV; Kita Harus Mengurangi Beban Ekonominya
Negara selama ini sudah bekerja keras melalui ARV gratis dan layanan kesehatan. Tetapi itu baru menyelesaikan setengah masalah.
Jika kita ingin penyintas HIV terutama perempuan dan anak bisa bertahan, maka kita harus:
1. perkuat dukungan nutrisi,
2. hilangkan stigma melalui edukasi publik,
3. buka akses kerja bagi perempuan penyintas,
4. buat program ekonomi khusus untuk keluarga rentan
5. pastikan sekolah aman bagi anak penyintas.
Penutup: Saatnya Lihat HIV dengan Mata yang Lebih Humanis
Isu HIV bukan isu yang jauh. Ia ada di sekitar kita. Banyak perempuan dan anak menyimpan cerita yang tidak pernah mereka bagi karena takut dihakimi. Namun dari perspektif ekonomi, kita harus berani melihat kenyataan:
Jika penyintas HIV dibiarkan hidup dalam stigma dan kemiskinan, negara kehilangan manusia terbaiknya. Jika perempuan penyintas terus berjuang sendiri, ekonomi rumah tangga akan runtuh. Jika anak penyintas kehilangan pendidikan, kita kehilangan masa depan bangsa.
Tentang Penulis: Dr. Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, MM
Akademisi dan ekonom. Fokus pada ekonomi publik, perilaku konsumen, serta isu sosial yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat. Aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan edukasi publik di Jawa Barat.
| Jangan hanya untuk Belanja, Ini Tips Kelola THR ala Pengamat Ekonomi Uninus agar Tak 'Cuma Lewat' |
|
|---|
| Konflik Geopolitik Diprediksi Picu Kenaikan Harga Emas, Jadi Target Investor Pindahkan Dana |
|
|---|
| Rem Darurat BEI Aktif, Pengamat: Trading Halt Bukan Tanda Krisis, Pasar Sedang Bereaksi Berlebihan |
|
|---|
| Pengamat: UMK dan UMP Jabar Sesuai Aturan, Tapi Belum Jawab Biaya Hidup Nyata |
|
|---|
| Tips Anti-Beban Finansial Setelah Liburan Akhir Tahun: Alokasi Anggaran 30 Persen dan "Dana Pulang" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/HIV-juga-adalah-isu-ekonomi-isu-sosial-dan-i.jpg)