Jumat, 24 April 2026

Jangan hanya untuk Belanja, Ini Tips Kelola THR ala Pengamat Ekonomi Uninus agar Tak 'Cuma Lewat'

tanpa perencanaan yang matang, Tunjangan Hari Raya (THR) kerap habis untuk belanja konsumtif dalam waktu singkat.

|
Penulis: Nappisah | Editor: Seli Andina Miranti
Tribunnews.com
ILUSTRASI THR - Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi momen yang paling ditunggu pekerja menjelang Idulfitri. 

Ringkasan Berita:
  • Dosen dan pengamat ekonomi Uninus, Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengingatkan agar THR tidak dihabiskan untuk konsumsi semata, melainkan dikelola secara bijak dan terstruktur.
  • Prioritas utama penggunaan THR adalah memenuhi kebutuhan pokok dan kewajiban mendesak, seperti tagihan, sembako, biaya sekolah, pengobatan, serta cicilan.
  • Sekitar 20 persen THR disarankan untuk dana darurat dan 10–15 persen untuk investasi, seperti emas atau instrumen pasar uang berisiko rendah..

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi momen yang paling ditunggu pekerja menjelang Idulfitri

Namun tanpa perencanaan yang matang, dana tambahan tersebut kerap habis untuk belanja konsumtif dalam waktu singkat.

Dosen sekaligus Pengamat Ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, mengingatkan agar dapat mengelola THR secara bijak dan terstruktur.

Baca juga: Besaran THR Lebaran 2026 untuk Buruh Harian Lepas, Ini Cara Hitungnya

“THR sebaiknya tidak langsung dihabiskan untuk konsumsi. Idealnya dibagi dalam beberapa pos," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Selasa (4/3/2026). 

Dia merinci, pos yang harus disiapkan antara lain; kebutuhan pokok, dana darurat, investasi, kemudian sisanya digunakan untuk keperluan hiburan atau gaya hidup.

"Momentum THR justru bisa menjadi titik awal memperkuat keuangan pribadi, bukan sekadar tambahan belanja musiman,” ujarnya.

Rizaldy membagikan sejumlah langkah pengelolaan THR sebagai berikut: 

Tentukan Prioritas Utama

Sebelum membelanjakan uang, pastikan kebutuhan pokok terpenuhi terlebih dahulu. 

Mulai dari tagihan rutin, kebutuhan sembako, hingga biaya transportasi. 

"Jika ada tanggungan mendesak seperti biaya pengobatan, sekolah anak, atau cicilan, selesaikan lebih dulu sebelum mengalokasikan ke pos lain." 

Sisihkan untuk Tabungan dan Investasi

Rizaldy menyarankan agar sekitar 20 persen THR dialokasikan untuk dana darurat

"Dana ini penting untuk mengantisipasi kebutuhan tak terduga agar tidak panik ketika menghadapi kondisi mendesak," tuturnya. 

Baca juga: Sudah Cek Rekening? THR ASN 2026 Telah Cair, Ini Besaran dan Komponennya

Selain itu, 10–15 persen dapat dimanfaatkan untuk investasi ringan, seperti emas batangan atau digital, instrumen pasar uang, maupun produk berisiko rendah. 

"Emas dinilai cukup menarik karena relatif mampu menjaga nilai dari tekanan inflasi dan gejolak global," katanya. 

Bayar Utang Berbunga Tinggi Lebih Dahulu

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved