Jumat, 12 Juni 2026

Rem Darurat BEI Aktif, Pengamat: Trading Halt Bukan Tanda Krisis, Pasar Sedang Bereaksi Berlebihan

Anjloknya IHSG hingga memicu trading halt merupakan respons psikologis pelaku pasar di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
pixabay
ILUSTRASI SAHAM - BEI sebelumnya menghentikan sementara perdagangan saham pada pukul 09.26.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah IHSG tercatat turun hingga 8 persen. 

Ringkasan Berita:
  • IHSG mengalami trading halt setelah anjlok 8 persen akibat tekanan psikologis pasar dan ketidakpastian global (29/1/2026). 
  • Pengamat ekonomi Uninus, Rizaldy Insan, menilai kondisi ini bukan cerminan krisis karena fundamental domestik seperti inflasi dan perbankan tetap solid. 
  • Investor diimbau tetap disiplin, menghindari panic sell, dan mengutamakan strategi wait and see daripada keputusan emosional.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penghentian sementara perdagangan saham (trading halt) yang kembali diterapkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (29/1/2026) dinilai lebih mencerminkan kepanikan pasar ketimbang memburuknya kondisi fundamental ekonomi nasional.

Hal tersebut disampaikan Dosen sekaligus pengamat ekonomi Universitas Islam Nusantara (Uninus), Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy

Dia menilai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga memicu trading halt merupakan respons psikologis pelaku pasar di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

“Terkait IHSG yang sempat mengalami trading halt, saya melihat ini lebih sebagai reaksi psikologis pasar ketimbang cerminan perubahan fundamental ekonomi secara drastis,” ujar Rizaldy, kepada Tribunjabar.id, Kamis (29/1/2026). 

Dr. Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, MM menyampaikan tak sekedar isu kesehatan, HIV juga adalah isu ekonomi, isu sosial, dan isu masa depan kualitas manusia. Apalagi ketika berbicara tentang perempuan dan anak penyintas dua kelompok yang paling terdampak, namun paling jarang diberi ruang suara.
Dr. Mochammad Rizaldy Insan Baihaqqy, MM. (Dokumen Pribadi)

Diketahui, BEI sebelumnya menghentikan sementara perdagangan saham pada pukul 09.26.01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS) setelah IHSG tercatat turun hingga 8 persen.

Perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.56.01 waktu JATS tanpa perubahan jadwal. Langkah ini menjadi trading halt kedua dalam dua hari terakhir, menyusul tekanan tajam di pasar saham sejak Rabu (28/1).

Menurut Rizaldy, dalam situasi global yang penuh ketidakpastian mulai dari arah kebijakan suku bunga global, ketegangan geopolitik, hingga pergerakan arus modal asing pasar keuangan cenderung bereaksi cepat, bahkan berlebihan.

“Dalam kondisi seperti ini, trading halt justru berfungsi sebagai rem darurat. Tujuannya agar kepanikan tidak berkembang menjadi spiral tekanan yang bisa merusak pasar,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi pasar saham saat ini belum dapat disimpulkan sebagai sinyal krisis. 

Rizaldy menyebut sejumlah indikator ekonomi domestik masih berada dalam kondisi relatif terjaga.

“Inflasi masih terkendali, konsumsi domestik tetap berjalan, dan sektor perbankan juga solid. Yang terguncang lebih ke sentimen jangka pendek, bukan mesin ekonominya,” jelasnya.

Rizaldy pun mengingatkan investor, khususnya investor ritel, untuk tidak terjebak pada keputusan emosional di tengah volatilitas tinggi. 

Menurutnya, sikap menunggu dan mencermati perkembangan pasar merupakan langkah yang rasional.

“Wait and see itu bukan tanda kalah mental. Justru di situ disiplin diuji. Hindari panic sell atau keputusan balas dendam dengan membeli tanpa perhitungan,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved