Waspada Predatory Rankings, Jebakan Peringkat Kampus Terbaik yang Menyesatkan
Waspada Predatory rankings membuat universitas tergoda oleh kebanggaan peringkat tinggi tanpa verifikasi.
Ringkasan Berita:
- Kini, ada fenomena baru lagi, yakni “predatory rankings” alias pemeringkatan predator
- Lembaga resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pun menggunakan sistem pemeringkatan terhadap perguruan tinggi di Indonesia, dengan peringkat Baik, Baik Sekali, dan yang tertinggi adalah peringkat Unggul
- Masyarakat jangan mudah terbuai oleh data peringkat yang tidak kredibel
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG -
Oleh:
Iwan Santosa, S.T., M.Kom., MIPR
Praktisi media dan kehumasan perguruan tinggi, anggota Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas)
ISTILAH jurnal predator atau predatory journal mungkin sudah sangat dikenal terutama oleh kalangan akademik.
Kini, ada fenomena baru lagi, yakni “predatory rankings” alias pemeringkatan predator.
Fenomena ini berhubungan erat dengan sistem pemeringkatan perguruan tinggi.
Sudah umum bagi perguruan tinggi membanggakan dirinya ketika mendapatkan pengakuan menduduki peringkat papan atas, diakui sebagai jajaran perguruan tinggi terbaik.
Sudah umum juga media massa memuat artikel semacam “10 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia”, “Top 100 Univeritas Terbaik Nasional”, dan semacamnya.
Masuk peringkat atas memang penting bagi reputasi institusi pendidikan tinggi.
Lembaga resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pun menggunakan sistem pemeringkatan terhadap perguruan tinggi di Indonesia, dengan peringkat Baik, Baik Sekali, dan yang tertinggi adalah peringkat Unggul.
Lembaga Pemeringkat Kelas Dunia
Dalam tataran global, ada juga lembaga pemeringkat yang memberikan penilaian dan pemeringkatan pada skala dunia.
Beberapa yang sudah dikenal sejak lama antara lain adalah Scimago Institutions Rankings (SIR), QS (Quacquarelli Symonds), dan Times Higher Education (THE). Ketiganya mengadopsi sistem penilaian yang sejauh ini diakui valid dan kredibel.
Masuk era digital tahun 2000-an, muncul pemeringkatan baru yang berfokus pada paradigma digital khususnya keterbukaan akses dan visibilitas institusi.
| Dugaan Pelecehan oleh Guru Besar Unpad Bisa Cederai Marwah Akademik, Pengamat: Ini Persoalan Besar |
|
|---|
| SMA Pasundan 1 Jadi Sekolah Swasta Tertinggi Siswa-nya Lolos SNBP 2026, Kepsek: Kami Sekolah Atlet |
|
|---|
| Kampus Swasta di Bandung Bisa Jadi Pilihan Alternatif Camaba, Biaya Tetap hingga Refund 100 Persen |
|
|---|
| Daftar 10 PTN Akademik Paling Banyak Peminat SNBP 2026, UPI Paling Atas Lampaui UI |
|
|---|
| Kemenkum Jabar Jalin Kerja Sama Strategis dengan APTISI Jawa Barat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/peringkat-perguruan-tinggi.jpg)