Sabtu, 18 April 2026

Waspada Predatory Rankings, Jebakan Peringkat Kampus Terbaik yang Menyesatkan

Waspada Predatory rankings membuat universitas tergoda oleh kebanggaan peringkat tinggi tanpa verifikasi.

Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/dok. Inspirasi Indonesia
PERINGKAT PERGURUAN TINGGI - Tangkapan layar situs resmi Webometrics menampilkan data peringkat perguruan tinggi Indonesia edisi Januari 2024. (Sumber: dok. Inspirasi Indonesia) 

Ringkasan Berita:
  • Kini, ada fenomena baru lagi, yakni “predatory rankings” alias pemeringkatan predator
  • Lembaga resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pun menggunakan sistem pemeringkatan terhadap perguruan tinggi di Indonesia, dengan peringkat Baik, Baik Sekali, dan yang tertinggi adalah peringkat Unggul
  • Masyarakat jangan mudah terbuai oleh data peringkat yang tidak kredibel

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG

Oleh:

Iwan Santosa, S.T., M.Kom., MIPR

Praktisi media dan kehumasan perguruan tinggi, anggota Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas)

ISTILAH jurnal predator atau predatory journal mungkin sudah sangat dikenal terutama oleh kalangan akademik.

Kini, ada fenomena baru lagi, yakni “predatory rankings” alias pemeringkatan predator.

Fenomena ini berhubungan erat dengan sistem pemeringkatan perguruan tinggi.

Sudah umum bagi perguruan tinggi membanggakan dirinya ketika mendapatkan pengakuan menduduki peringkat papan atas, diakui sebagai jajaran perguruan tinggi terbaik. 

Sudah umum juga media massa memuat artikel semacam “10 Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia”, “Top 100 Univeritas Terbaik Nasional”, dan semacamnya.

Masuk peringkat atas memang penting bagi reputasi institusi pendidikan tinggi.

Lembaga resmi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) pun menggunakan sistem pemeringkatan terhadap perguruan tinggi di Indonesia, dengan peringkat Baik, Baik Sekali, dan yang tertinggi adalah peringkat Unggul.

Lembaga Pemeringkat Kelas Dunia

Dalam tataran global, ada juga lembaga pemeringkat yang memberikan penilaian dan pemeringkatan pada skala dunia.

Beberapa yang sudah dikenal sejak lama antara lain adalah Scimago Institutions Rankings (SIR), QS (Quacquarelli Symonds), dan Times Higher Education (THE). Ketiganya mengadopsi sistem penilaian yang sejauh ini diakui valid dan kredibel.

Masuk era digital tahun 2000-an, muncul pemeringkatan baru yang berfokus pada paradigma digital khususnya keterbukaan akses dan visibilitas institusi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved