Rombel SMA di Jabar 50 Siswa

Menyedihkannya Kondisi SMK Veteran Cirebon, Dulu Punya Ribuan Siswa, Kini Baru Ada 11 Pendaftar

Suasana SMK Veteran Cirebon di Jalan Pemuda, tampak sepi. Tak ada kegiatan berarti. Hanya beberapa siswa yang tampak lalu-lalang di halaman sekolah.

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Giri
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
SEPI PEMINAT - Kepala SMK Veteran Cirebon, Wahyu Hidayat. SMK Veteran Cirebon baru menerima 11 pendaftar untuk calon siswa baru. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Suasana SMK Veteran Cirebon di Jalan Pemuda, tampak sepi. Tak ada kegiatan berarti. Hanya beberapa siswa yang tampak lalu-lalang di halaman sekolah.

Sedangkan di sudut lainnya, panitia penerimaan siswa baru masih setia menunggu kedatangan calon peserta didik. Namun, hingga Jumat (11/7/2025), hanya 11 calon siswa yang mendaftar.

Jumlah yang menyedihkan bagi sekolah swasta yang pernah jaya di era 90-an dengan ribuan murid.

“Kondisinya memang sangat-sangat prihatin banget. Kami hanya bisa banyak berdoa dan terus mencari siswa baru, meskipun kami bingung, apakah masih ada siswa yang bisa kami cari,” ujar Kepala SMK Veteran Cirebon, Wahyu Hidayat, saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat.

Wahyu mengatakan, tahun ini menjadi titik terberat bagi SMK Veteran.

Kebijakan terbaru dari Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, soal satu rombongan belajar (rombel) bisa diisi maksimal 50 siswa untuk sekolah negeri, berdampak langsung terhadap turunnya jumlah pendaftar di sekolah swasta.

Baca juga: Ombudsman RI Terima 10 Aduan SPMB Jabar Tahap 2, Terkait Ketidakadilan Dalam Pembobotan Nilai

“Yang gelombang satu saja informasinya ditarik kembali ke negeri. Sekolah negeri bahkan yang biasanya menerima sekian siswa, sekarang malah nambah. Kami makin bingung,” ucapnya. 

Penurunan jumlah siswa sebenarnya bukan hal baru bagi SMK Veteran Cirebon.

Pada pandemi Covid-19 tahun 2020 menjadi titik awal menurunnya minat belajar di sekolah ini.

Dari sebelumnya masih bisa menjaring 40 hingga 50 siswa, jumlahnya terus menyusut.

Tahun lalu hanya 30 siswa yang mendaftar.

Wahyu yang baru menjabat sejak Januari 2025 mengaku sudah melakukan berbagai cara agar sekolah dikenal lagi dan menjadi tujuan pendaftar. Namun, usahanya belum membuahkan hasil signifikan.

“Tidak mudah menstabilkan kondisi ini. Saya sudah berusaha mengenalkan kembali SMK Veteran lewat berbagai kegiatan. Tapi ya itu, saingan makin banyak, dan aturan juga makin berat bagi sekolah kecil seperti kami,” jelas dia.

Baca juga: LINK dan Cara Lihat Hasil SPMB Jabar 2025 Jalur PAPS, yang Tak Lolos Tahap 1 dan 2 Langsung Cek

Dampak dari krisis jumlah siswa ini tidak hanya menyangkut kelangsungan institusi, tapi juga menyentuh urusan perut para guru. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved