Breaking News:

Cerita Pendek

Cerpen Tribun Jabar Minggu Ini: Berai Bianglala

Seharusnya tiga hari lalu, Ahnaf, bapak Barnali, sudah pulang. Ia berjanji membawakan boneka sebagai kado ulang tahunnya yang kesepuluh.

Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Ilustrasi Cerpen 

Oleh Naning Scheid

BARNALI berjalan berjinjit menyelinap ke luar kelas meninggalkan peralatan sekolahnya. Berhasil ke luar gerbang, gadis Bangladesh itu berlari menuju jalan besar. Hujan lebat baru saja turun di kota Dakha. Jalanan becek. Sepatu hitam dan celana putih seragam sekolah kotor. Barnali mengacungkan ibu jari kepada setiap kendaraan yang lewat, ia mencari tumpangan menuju Pelabuhan di Sungai Padma.

Seharusnya tiga hari lalu, Ahnaf, bapak Barnali, sudah pulang. Ia berjanji membawakan boneka sebagai kado ulang tahunnya yang kesepuluh. Namun, Ahnaf, kuli panggul Terminal Feri Paturia, memang sering lupa pulang. Kali ini Barnali sudah tidak sabar. Gadis kelas tiga SD itu bertekad mencari bapaknya untuk menagih janjinya.

Pelangi samar terlihat di langit abu-abu. Barnali mendongakkan kepala, memandang setengah lingkaran berhias tujuh warna. Barnali suka pelangi, seperti arti namanya. Azan salat Jumat terdengar ketika sebuah truk pengangkut tekstil berhenti di depannya.

Baca juga: Cerpen Tribun Jabar Minggu Ini: Ritual Calon Pengantin

Slamalikum!” sapa Sopir.

Alaikumslam. Paman ke Paturia, toh?” tanya Barnali.

Sopir 40-an tahun seusia bapaknya mengangguk, ia memberikan isyarat agar Barnali naik. Barnali duduk di samping Kenek. Ia melongo melihat otot-otot bahu Kenek. Pria itu diam saja, sedangkan Sopir ramah mengajak bicara Barnali di antara isapan rokoknya.

Jarak Kota Dakha dan pelabuhan sejauh 80 kilometer. Sekitar tiga jam berkendara melalui jalan utama beraspal. Namun, truk memilih melaju di jalan tanah, di antara permukiman kumuh sepanjang rel kereta api.

Setiap kali jalanan bergelombang, tubuh mereka berguncang-guncang. Seketika itu juga Barnali gembira. Seperti naik kereta luncur, katanya. Sopir berkali-kali meliriknya. Barnali gadis berwajah oval, berbulu mata lentik, tapi tubuhnya seperti korek api. Lurus tanpa lekuk. Berapa harga jualnya, Sopir mencoba menaksir.

Kebaikan palsu Sopir tidak lagi disembunyikan. Sesampai Sungai Padma, truk tidak berhenti. Terus melaju melintasi jembatan menuju kota di seberang sungai, Daulatdia daerah pelacuran terbesar di Bangladesh.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved