Breaking News:

Cerpen

Cerpen Tribun Jabar Minggu Ini: Gadis Penjaga dan Pria Berjanggut

Dalam sebuah perpustakaan, seorang gadis penjaga tengah memperhatikan seorang pria berjanggut. Satu-satunya pengunjung yang datang.

Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Ilustrasi Cerpen 

Oleh Cerpen Ranang Aji SP

1

Dalam sebuah perpustakaan, seorang gadis penjaga tengah memperhatikan seorang pria berjanggut. Satu-satunya pengunjung yang datang. Dari mejanya, ia melihat pria berjenggot itu melayang-layang di atas bukunya. Dalam beberapa menit, ia mulai terbiasa dengan wajah pria itu yang kini semakin dikerumuni oleh, tidak saja rambut jambang, tetapi juga huruf-huruf yang berputar-putar seperti menari-nari penuh warna seperti pelangi. Setelah beberapa saat, gadis itu akhirnya mengalihkan pandangannya pada beberapa buku di atas mejanya. Salah satunya sama persis seperti buku yang ada pada pria berjanggut itu. Judul buku itu Cosmiscomic karya seorang penulis yang dihormati, Itali Calvino.

Ketika ia mulai membuka-buka halaman buku itu, tiba-tiba ia melayang persis seperti pria berjanggut itu. Mereka bertemu dan saling berhadapan. Berdua mereka masuk halaman-demi halaman yang jauh dari masanya. Dalam perjalanan itu, kemudian terlihat seorang pria putih kekuningan, berwajah ramah tengah bercakap dengan Goenawan Mohamad. Pria putih itu bernama Italo Calvino, tetapi Goenawan hanya menyebutnya Calvino. Calvino tengah bercerita tentang kisah aneh bernama Viskonte Medardo dari Terralba. Keadaan tubuhnya terbelah menjadi dua ketika berperang, tapi dua tubuh itu tetap hidup. Setiap tubuh membawa karakternya. Satu jahat dan satu baik. Goenawan heran dengan keadaan itu, dan segera mencatatnya. Ia, kemudian, menyimpulkan itu sebagai sifat kekuasaan ketika tubuh itu akhirnya bersatu lagi.

Ketika percakapan itu berakhir, dan Calvino pergi, seorang pemuda gondrong, bertampang tengil, tapi cerdas, dan diketahui bernama Sukab menguntit dari belakang. Pemuda itu mengikuti Calvino hingga tiba di sebuah lautan dengan gerbang besar bertuliskan “Cosmiscomic”. Di sana ia melihat pemandangan yang menakjubkan. Sebuah bulan yang besar tergantung hanya berjarak beberapa meter dari permukaan laut. Di sana ia juga melihat tiga pria dan satu perempuan di atas perahu bernama La Disitanza Della Luna.

Baca juga: Cerpen Tribun Jabar Minggu Ini: Laki-Laki Bermata Tajam

Baca juga: Cerpen Tribun Jabar Minggu Ini: Berai Bianglala

Perempuan itu istri kapten kapal. Berambut hitam berombak. Kapten itu ingin istrinya pergi, maka perempuan itu bersama dua pria lainnya naik ke atas bulan. Di bulan yang aneh dan berdinding susu, pria bernama Qfwfq jatuh cinta pada perempuan itu, tapi sayangnya perempuan itu mencintai sepupu Qfwfq, dan sayangnya juga, sepupu Qfwfq mencintai bulan. Menyaksikan kekacauan itu, Sukab segera pergi dan memotong senja serta mengirimkannya kepada pacarnya. Ia tak ingin bernasib seperti mereka yang kehilangan cinta. Gadis penjaga dan pria berjanggut itu begitu takjub hingga tak sadar di sampingnya telah berdiri pria berkulit putih, berambut ikal sebahu dengan pakaian abad ke-15 di Prancis. Namanya Blaise Pascal. Dia berbicara seperti berguman sembari melihat bulan yang menggantung dekat itu. Katanya, “Semua sudah diucapkan… semua sudah ditemukan... semua sudah dituliskan… oh, tak ada lagi yang bisa ditemukan di dunia....”

2

Setelah bersama-sama mengarungi lautan kata-kata yang mengantar mereka pada dunia berbeda-beda yang membuat perasaan mereka takjub oleh cakrawala luas, tiba-tiba jiwa mereka seolah ditarik-tarik oleh suasana, kadang mencekam karena misteri yang gelap, kadang murung karena kesunyian yang mencekam. Tapi mereka terus melayang di atas buku, berputar-putar mengelilingi dunia, melintasi waktu, dan menyaksikan kejadian-kejadian yang membuat mereka berpikir keras, dan membuat tubuh mereka penat. Saat kelelahan hampir saja membuat mereka tertidur, tiba-tiba mata mereka melihat cahaya api dari api unggun yang besar di sebuah tanah lapang.

Di sana banyak orang berkumpul. Laki-laki, perempuan, semua menari mengelilingi api unggun. Beberapa orang memainkan gitar, biola, dan perkusi sambil bergerak indah. Tapi di antara kerumunan orang, makanan, minuman memabukkan, terlihat seorang pria yang berdiri angkuh sembari memegang cawan besar berisi anggur termahal. Ia dikelilingi perempuan-perempuan telanjang. Di tengah keramaian pesta itu, tiba-tiba ia berseru lantang, membuat semua orang berhenti dan memperhatikan pria angkuh dan tampak sangat berkuasa itu.

Baca juga: Cerpen Tribun Jabar Minggu Ini: Ritual Calon Pengantin

Baca juga: Cerpen Tribun Jabar Minggu Ini: Cerita Pendek yang Tidak Pernah Selesai

“Hai, kalian manusia periang, dengarkan aku!” Pria angkuh itu melangkah ke tengah, tubuhnya berputar dan matanya mengawasi setiap orang dengan tangan mengangkat cawannya ke atas kepala.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved