TOPIK
Cerita Pendek
-
Dorka! Nama itu bertahun-tahun terus menjalar seperti darah kotor di sekujur tubuhnya. Menjadi bayang-bayang di setiap kelebat lamunannya.
-
Seperti peluru musuh yang bertubi-tubi menembaknya, dia melangkahi hari dengan terpaan masalah, terutama ekonomi.
-
Jika aku bercita-cita memiliki pistol, pistol itu harus aku gunakan. Chekov mengatakan, bila pistol tak digunakan, sebaiknya pistol tak dimunculkan.
-
Aku membayangkan makamku kelak. Terpencil di kebun bambu, tak ada seorang pun yang berziarah, tidak keluargaku sekalipun.
-
Seharusnya tiga hari lalu, Ahnaf, bapak Barnali, sudah pulang. Ia berjanji membawakan boneka sebagai kado ulang tahunnya yang kesepuluh.
-
TIGA hari sebelum pesta perkawinan digelar, Fauzan sudah merasakan debar bahagia berlangsung di dalam dadanya.
-
Kepalaku berputar-putar. Mencari kalimat pertama. Tepatnya kalimat pembuka sebagai pintu masuk ke dalam cerita.
-
"Kok, sudah mau syukuran? Kan naiknya saja belum?" Saling bisik seperti itu menyebar ke semua ruang kantornya.
-
Seorang perempuan berjalan terseok-seok. Dari pakaiannya yang serbamini dan terbuka serta bibirnya yang bengkak, siapa saja bisa berprasangka buruk...
-
PAGI mengirim gerimis lembut. Sania, gadis kecil dengan rambut dikepang, masih berdiri di pekarangan. Masker merah muda bergambar Hello Kity membalut
-
Setelah sembilan langkah, berjalan sambil memperhatikan segalanya—ia agak ragu memastikan bahwa memang rumah itu yang dituju
-
Nama lengkap yang tertera pada kartun tanda penduduknya: Siti Karantina Wuhanah.
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved