Breaking News:

Cerita Pendek

Kisah Tentang Bentang-Rentang Keberadaan

Setelah sembilan langkah, berjalan sambil memperhatikan segalanya—ia agak ragu memastikan bahwa memang rumah itu yang dituju

Tribun Jabar
Ilustrasi Cerpen Apa yang Kaulupakan Hari Ini 

Oleh Beni Setia

SEHARUSNYA membelok ke kiri, ke arah turunan yang mendadak habis: jadi jalan melurus yang datar ke tepi sungai—lantas berbelok, lurus memasuki persilangan dengan jalan di tengah kompleks perumahan itu, menjauhi sungai yang berkelok menjauhi jalanan. Mengangguk pada tukang ojek—lelaki kurus dengan helm warna biru—sambil mengembalikan helm, yang tanpa pengunci ikatan pengencang di dagu. Jalan perlahan—menuruninya—sambil berpikir: pasti susah mengeluarkan motor, dari teras rumah ke jalan menurun itu—dan sebaliknya, saat memasukinya.

Setelah sembilan langkah, berjalan sambil memperhatikan segalanya—ia agak ragu memastikan bahwa memang rumah itu yang dituju—dan si tukang ojek tua itu memanggil sambil mengacungkan tangan kanan—memberikan isyarat dengan dua jari digesek-gesekkan. Tapi ia hanya melambai—mengabaikan. Tukang ojek itu kembali berteriak. Ia tak peduli, hingga teriakan itu membuat beberapa orang mendekat. Bertanya. Tukang ojek bilang, dan beberapa orang itu spontan menganjurkan agar mengikutinya. Mengekor. Lalu menagih pada yang punya rumah di alamat yang dituju itu.

"Tapi apa ia memang orang sini, Bang?"

"Ndak tahu juga. Rasanya bukan...."

"Masa, Bang?"

"Aku lahir di sini—aku gede di sini dan kenal semua orang."

"Jadi tidak kenal dia?"

"Ndak tuh. Kejar!"

**

Halaman
123
Editor: Hermawan Aksan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved