Breaking News:

Cerita Pendek

Cerpen Tribun Jabar Minggu Ini: Melukis Langit

Seorang perempuan berjalan terseok-seok. Dari pakaiannya yang serbamini dan terbuka serta bibirnya yang bengkak, siapa saja bisa berprasangka buruk...

Penulis: Hermawan Aksan
Editor: Hermawan Aksan
Ilustrasi Cerpen 

Melukis Langit

Cerpen Katarina Retno Triwidayati

Seorang perempuan berjalan terseok-seok. Dari pakaiannya yang serbamini dan terbuka serta bibirnya yang bengkak, siapa saja bisa berprasangka buruk tentangnya. Tangannya menggenggam sebotol minuman keras, murahan. Sebatang rokok terjepit di jemari tangan kirinya.

Tas kecil merah dengan tali serupa rantai menggantung di bahu kanannya, sesekali melorot jatuh. Perempuan itu menariknya begitu saja seolah itu bukan barang penting. Sesekali ia berhenti. Dia berdiri dan menekan perut dengan botol atau menepuk-nepuk dadanya.

Perempuan itu melihat seorang gelandangan tidur beralas koran di emperan sebuah toko. Saat perempuan itu sampai di dekatnya, ia mendengar gelandangan itu mengatakan sesuatu. Mungkin mengigau? Memanggil seseorang?

Baca juga: Cerpen Minggu Ini: Lelaki yang Teperdaya Sepi

Perempuan setengah mabuk itu berhenti. Dia berusaha mencermati. Namun, sesungguhnya ia menyadari pandangannya tak sepenuhnya jernih. Dari caranya meringkuk, sepertinya gelandangan itu kedinginan. Bisa juga kelaparan. Atau kesepian.

“Kau baik-baik saja?” tanya perempuan itu. Ia kemudian tertawa sendiri karena menyadari kata-katanya lucu. Jelas gelandangan itu meringkuk dengan merekatkan seluruh tubuhnya. Serupa janin di dalam rahim seorang ibu. Perempuan itu tersenyum patah menyadari hal itu.

Perempuan setengah mabuk itu berjongkok. “Hei, kau tampaknya butuh bantuan. Sebentar.” Perempuan itu mencari sesuatu di tasnya. Ia lalu mengetikkan sesuatu di ponselnya. Tak lama kemudian dia duduk di sisi gelandangan tua itu.

Perempuan itu duduk bersandar di dinding. Tampaknya ia tak peduli apakah dinding atau jalanan itu kotor atau bersih. Dia duduk dan memandangi langit. Rokok di tangannya sudah habis dan dilemparkannya sembarangan ke jalanan yang sepi serupa jalan di kota mati.

Tak lama, seseorang datang membawa bungkusan makanan dan minuman. Perempuan setengah mabuk itu menerima lalu orang itu pergi. “Bangunlah,” kata perempuan itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved