Orang bilang, belum sah jika mengunjungi Pulau Penyengat tanpa berkunjung ke makam Raja Ali Haji.
Selasa, 9 Juli 2024
JUMAT, 5 Juli 2024. Inilah pagi terakhir kami, para peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, berada di KRI Dewaruci.
Selasa, 9 Juli 2024
Tidak banyak orang di geladak atas, sekilas saya lihat hanya awak-awak kapal, tanpa satu pun peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024.
Selasa, 9 Juli 2024
Tepat pukul 14.00 waktu Malaka, KRI Dewaruci berlayar lagi dengan tujuan berikut Tanjung Uban, Kepulauan Riau.
Sabtu, 6 Juli 2024
Boleh jadi Masjid Selat Melaka ini mirip Masjid Raya Al-Jabar, tapi bukan dalam hal bentuk dan ukuran, melainkan dalam hal menjadi tujuan wisata.
Kamis, 4 Juli 2024
Kami berjalan di tepian Malacca River, yang dibuat menjadi semacam kanal yang bisa dilalui kapal motor kecil untuk mengangkut wisatawan.
Rabu, 3 Juli 2024
SETELAH sehari semalam menunggu di KRI Dewaruci yang lego jangkar, akhirnya kami mendarat di Malaka, Minggu, 30 Juni 2024.
Selasa, 2 Juli 2024
PADA pagi hari ke-13 Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, Sabtu, 29 Juni, KRI Dewaruci sudah memasuki perairan Malaka, Malaysia.
Minggu, 30 Juni 2024
Tidak perlu menunggu lama, air dari slang segera menyembur dan membasahi tubuh saya. Ternyata airnya ada dua macam: dingin dan hangat!
Sabtu, 29 Juni 2024
Angin memang terasa lebih kencang dan ombak lebih besar sehingga beberapa kali kuda-kuda saya agak goyah.
Sabtu, 29 Juni 2024
Para anggota Laskar Rempah tampaknya kelelahan setelah kemarin saya dengar banyak yang tidur hanya dua jam.
Sabtu, 29 Juni 2024
Benteng Anoe Itam pernah digunakan oleh tentara pendudukan Jepang untuk menyimpan peluru dan senjata mereka ketika Perang Dunia II.
Kamis, 27 Juni 2024
Dari pelabuhan, peserta MBJR 2024 naik dua bus Damri yang masih ditempeli tulisan “bus jemaah haji” dan mendapat panduan dari satu mobil polisi.
Rabu, 26 Juni 2024
Di dermaga, para peserta MBJR 2024 disambut oleh Penjabat Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi, dan jajarannya serta Tari Ranub Lampuan.
Selasa, 25 Juni 2024
PADA hari keenam Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, Sabtu, 21 Juni, dini hari, saya terbangun dengan kondisi KRI Dewaruci yang terasa sangat tenang.
Minggu, 23 Juni 2024
Benar seperti yang dikatakan awak kapal semalam, ketika kapal Dewaruci memasuki wilayah Aceh, anginnya lebih kencang dan ombaknya lebih besar.
Sabtu, 22 Juni 2024
HARI keempat Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024, Kamis, 20 Juni, diawali dengan badai. Badai itu menggoyang KRI Dewaruci sekitar pukul 02.00.
Sabtu, 22 Juni 2024
Kami mulai membelah lautan dari Pelabuhan Dumai ketika matahari kira-kira sepenggalah, sekitar pukul sembilan pagi waktu setempat, Rabu, 19 Juni 2024.
Sabtu, 22 Juni 2024
Sebelum berangkat berlayar dengan Kapal Dewaruci, para peserta Muhibah Budaya Jakur Rempah 2024 mendapat pembekalan dari sejumlah pakar.
Rabu, 19 Juni 2024
Mulai hari ini, jika tak ada kendala, Tribunjabar.id akan menampilkan seri tulisan berdasarkan pengalaman mengikuti Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024.
Selasa, 18 Juni 2024