Rabu, 29 April 2026

Membangun Kampus di Perbatasan: Strategi Geopolitik Prabowo

Perbatasan hari ini bukan lagi halaman belakang republik. Ia adalah garis depan pertarungan logistik global.

Tribun Jabar
Marsma TNI Dr. Ir. Hikmat Zakky Almubaroq, S.Pd., M.Si. Wakil Dekan 1 Fakultas Vokasi Logisitik Militer Universitas Pertahanan RI 

Pembukaan UUD 1945 menegaskan tujuan negara: “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa”. Perlindungan tanpa pencerdasan adalah tugas setengah. Pencerdasan tanpa ketahanan adalah kelalaian.

Penutup

Anda boleh membangun kasino di perbatasan dan membuat orang ramai datang, tetapi kampus membuat orang datang karena harapan masa depan. Keramaian bisa diciptakan dalam hitungan bulan, tetapi peradaban dibangun dalam hitungan generasi. Perbatasan yang hanya dijaga mungkin bertahan sementara; perbatasan yang dididik akan bertahan lama. 

Dan di abad ketika logistik adalah senjata, ketika rantai pasok bisa melumpuhkan negara tanpa satu peluru pun ditembakkan, perbatasan yang memiliki ilmu, pangan, dan karakter akan membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum menekan Indonesia.

Maka harapan kita ke depan sederhana tetapi strategis: semoga di setiap tapal batas republik ini berdiri kampus-kampus baru, pusat vokasi, pusat riset, pusat produksi, yang menyalakan cahaya pengetahuan di ujung negeri. Karena ketika ilmu tumbuh di perbatasan, yang menguat bukan hanya ekonomi lokal, tetapi martabat nasional. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved