Membangun Kampus di Perbatasan: Strategi Geopolitik Prabowo
Perbatasan hari ini bukan lagi halaman belakang republik. Ia adalah garis depan pertarungan logistik global.
Pembukaan UUD 1945 menegaskan tujuan negara: “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa”. Perlindungan tanpa pencerdasan adalah tugas setengah. Pencerdasan tanpa ketahanan adalah kelalaian.
Penutup
Anda boleh membangun kasino di perbatasan dan membuat orang ramai datang, tetapi kampus membuat orang datang karena harapan masa depan. Keramaian bisa diciptakan dalam hitungan bulan, tetapi peradaban dibangun dalam hitungan generasi. Perbatasan yang hanya dijaga mungkin bertahan sementara; perbatasan yang dididik akan bertahan lama.
Dan di abad ketika logistik adalah senjata, ketika rantai pasok bisa melumpuhkan negara tanpa satu peluru pun ditembakkan, perbatasan yang memiliki ilmu, pangan, dan karakter akan membuat siapa pun berpikir dua kali sebelum menekan Indonesia.
Maka harapan kita ke depan sederhana tetapi strategis: semoga di setiap tapal batas republik ini berdiri kampus-kampus baru, pusat vokasi, pusat riset, pusat produksi, yang menyalakan cahaya pengetahuan di ujung negeri. Karena ketika ilmu tumbuh di perbatasan, yang menguat bukan hanya ekonomi lokal, tetapi martabat nasional.
| Update Kasus Guru Besar Unpad: Polres Sumedang Belum Terima Laporan Resmi, Korban Diminta Melapor |
|
|---|
| Pelecehan Seksual di Kampus Bak Jamur, Mahasiswi Unpad Kecewa: Katanya Bercanda, Padahal Tidak Lucu |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Minta Kasus Pelecehan di UI Tak Sekadar Urusan Internal: Kalau Pidana, Proses Saja! |
|
|---|
| Gaduh Lagu 'Erika' Mahasiswa Tambang ITB Diduga Lecehkan Perempuan, JPPI: Ini Bukan Sekadar Candaan! |
|
|---|
| Lagu Berisi Pelecehan di ITB, Sosiolog: Kampus Penjaga Nilai Tidak Boleh Diam, Beri Efek Jera! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Marsma-TNI-Dr-Ir-Hikmat-Zak.jpg)