Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Harga Elektronik di BEC Naik hingga 20 Persen
Harga sejumlah produk impor naik hingga 20 persen, mulai dari kamera, lampu hingga berbagai perangkat elektronik lainnya.
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Dikatakan Cepi, harga tersebut sudah mengikuti penyesuaian terbaru.
Cepi mengaku pasar elektronik justru tengah menghadapi tantangan berupa melemahnya jumlah pembeli.
Menurut dia, kondisi saat ini bahkan lebih sepi dibandingkan periode setelah pandemi Covid-19.
"Sebelumnya juga sudah sepi, sekarang tambah seperti ini jadi tambah sepi. Dibanding habis pandemi, lebih sepi sekarang. Saat pandemi penjualan online juga masih tumbuh," katanya.
Sebelumnya, National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, mengatakan kenaikan harga elektronik yang terjadi saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh pelemahan rupiah.
Menurut dia, industri elektronik juga menghadapi kenaikan harga berbagai bahan baku global yang digunakan dalam proses produksi.
"Memang ada penyesuaian harga, tapi bukan hanya karena kurs rupiah. Kenaikan harga material seperti minyak bumi, tembaga, dan memory chip juga berpengaruh," ujar Andry.
Ia menjelaskan perusahaan melakukan penyesuaian harga secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pasar agar tidak memberikan tekanan berlebih kepada konsumen.
Meski nilai tukar rupiah mengalami pelemahan, pihaknya memastikan pasokan produk elektronik masih aman dan belum terjadi kelangkaan barang di pasaran.
"Untuk komponen kami evaluasi vendor existing sekaligus mencari vendor baru. Sementara untuk barang jadi, kami melakukan negosiasi agar mendapat harga terbaik," katanya.
Dia menjelaskan, untuk menghadapi tekanan kurs dan biaya impor, pihaknya menerapkan berbagai strategi mulai dari efisiensi operasional, penyesuaian harga, pencarian pemasok alternatif hingga memperluas saluran distribusi.
"Kami tetap konsisten melakukan promo sell out dalam kondisi apa pun untuk menarik minat konsumen," kata Andry.
Di Jawa Barat, produk elektronik yang saat ini paling banyak diburu konsumen masih didominasi pendingin ruangan (AC) dan televisi LED. Selanjutnya disusul kulkas serta mesin cuci.
| Rupiah Ambruk Tembus Rp18.028 per Dolar AS, Pengamat Ekonomi Uninus: Ini 'Crisis of Confidence'! |
|
|---|
| Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Farhan Dorong Perajin Tahu Tempe di Bandung Efisiensi Produksi |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Bebani Manufaktur dan UMKM, Kadin Kota Bandung: Pasti Terasa |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp17.889 per Dolar AS, Pengusaha Keluhkan Lonjakan Biaya Impor dan Anjloknya Daya Beli |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp17.800, Ekonom Unpar Ingatkan Status Indonesia Sebagai Importir Minyak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-BEC-di-Jalan-Purnawarman-Kota-Bandung.jpg)