Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Harga Elektronik di BEC Naik hingga 20 Persen
Harga sejumlah produk impor naik hingga 20 persen, mulai dari kamera, lampu hingga berbagai perangkat elektronik lainnya.
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Harga sejumlah produk impor naik hingga 20 persen, mulai dari kamera, lampu hingga berbagai perangkat elektronik lainnya
- Kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh produk elektronik yang dijual
- Penyesuaian harga dilakukan menyusul meningkatnya biaya pengadaan barang impor akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan situasi global yang tidak menentu
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Bandung Electronic Center (BEC) yang selama ini menjadi barometer perdagangan elektronik di Kota Bandung mulai merasakan dampak pelemahan rupiah.
Harga sejumlah produk impor naik hingga 20 persen, mulai dari kamera, lampu hingga berbagai perangkat elektronik lainnya.
Dari pantauan Tribunjabar.id, pada Kamis (4/6/2026), aktivitas perdagangan masih berlangsung seperti biasa.
Pengunjung terlihat lalu lalang menyusuri lorong-lorong gedung untuk mencari kebutuhan perangkat elektronik.
Sejumlah pedagang berdiri di depan kios menawarkan barang dagangan kepada setiap calon pembeli yang melintas.
Meski demikian, tidak semua toko dipadati pembeli. Beberapa kios tampak sepi pengunjung.
Salah seorang pedagang di BEC, Cepi, mengatakan kenaikan harga terjadi hampir pada seluruh produk elektronik yang dijual.
Penyesuaian dilakukan menyusul meningkatnya biaya pengadaan barang impor akibat pelemahan nilai tukar rupiah dan situasi global yang tidak menentu.
"Semua produk hampir naik. Lampu, kamera, hampir semuanya. Kalau bahasanya penyesuaian harga," ujar Cepi, Kamis (4/6/2026).
Menurut dia, kenaikan harga rata-rata berada di kisaran 15 hingga 20 persen. Kenaikan tersebut mulai dirasakan dalam beberapa hari terakhir.
"Rata-rata sekitar 15 sampai 20 persen. Kenaikan mulai dirasa sejak kemarin," katanya.
Ia menjelaskan sebagian besar barang yang dijual di tokonya berasal dari China sehingga perubahan nilai tukar dolar langsung berpengaruh terhadap harga beli.
"Kebanyakan impor dari China. Jadi memang pengaruh," ucapnya.
Akibat kondisi tersebut, pedagang terpaksa menyesuaikan harga jual. Saat ini, produk elektronik di tokonya dibanderol mulai dari Rp2 juta hingga lebih dari Rp40 juta per unit.
| Rupiah Ambruk Tembus Rp18.028 per Dolar AS, Pengamat Ekonomi Uninus: Ini 'Crisis of Confidence'! |
|
|---|
| Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Farhan Dorong Perajin Tahu Tempe di Bandung Efisiensi Produksi |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Bebani Manufaktur dan UMKM, Kadin Kota Bandung: Pasti Terasa |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp17.889 per Dolar AS, Pengusaha Keluhkan Lonjakan Biaya Impor dan Anjloknya Daya Beli |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp17.800, Ekonom Unpar Ingatkan Status Indonesia Sebagai Importir Minyak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-BEC-di-Jalan-Purnawarman-Kota-Bandung.jpg)