Kamis, 4 Juni 2026

Stok Melimpah, Disperindag Jabar Waspadai Gejolak Harga Cabai dan Kedelai

Sejumlah komoditas seperti cabai, bawang merah, daging sapi, kedelai impor, dan gula pasir curah masih dijual di atas harga acuan pemerintah.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Tribun Cirebon/Eki Yulianto
ILUSTRASI PEDAGANG CABAI - Pasokan kebutuhanbahan pokok di Jawa Barat dipastikan masih aman setelah Iduladha 2026. Namun, sejumlah komoditas seperti cabai, bawang merah, daging sapi, kedelai impor, dan gula pasir curah masih dijual di atas harga acuan pemerintah. 

Ringkasan Berita:
  • Sejumlah komoditas seperti cabai, bawang merah, daging sapi, kedelai impor, dan gula pasir curah masih dijual di atas harga acuan pemerintah
  • Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan pasar bersama berbagai pihak.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasokan kebutuhanbahan pokok di Jawa Barat dipastikan masih aman setelah Iduladha 2026. Namun, sejumlah komoditas seperti cabai, bawang merah, daging sapi, kedelai impor, dan gula pasir curah masih dijual di atas harga acuan pemerintah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Barat, Nining Yuliastiani, mengatakan secara umum stok pangan masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Secara umum dapat disampaikan bahwa ketersediaan atau stok bahan pangan dalam kondisi aman dan dinamika harga masih pada rentang terkendali," kata Nining, kepada Tribunjabar.id, Rabu (6/3/2026). 

Dikatakan Nining, berdasarkan data Disperindag Jawa Barat menunjukkan seluruh komoditas pangan strategis masih mencatat surplus hingga April 2026. 

Beras menjadi komoditas dengan surplus terbesar mencapai 1,4 juta ton. Selain itu, daging ayam ras surplus 286 ribu ton, telur ayam ras 177 ribu ton, minyak goreng 86 ribu ton, dan daging sapi atau kerbau 85 ribu ton.

Meski pasokan melimpah, sejumlah harga bahan pokok masih mengalami kenaikan. 

Berdasarkan pemantauan per 3 Juni 2026, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi dibandingkan harga acuan.

Harga cabai rawit merah mencapai Rp74.126 per kilogram atau 30,05 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp57.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada bawang merah yang dijual Rp48.761 per kilogram atau 17,5 persen di atas HAP. Sementara kedelai impor mencapai Rp13.792 per kilogram, lebih tinggi 14,93 persen dari harga acuan.

Daging sapi tercatat Rp145.741 per kilogram atau 4,1 persen di atas HAP, sedangkan gula pasir curah berada di level Rp18.016 per kilogram atau 2,95 persen di atas acuan.

Menurut Nining, kenaikan harga cabai dan bawang merah dipengaruhi kondisi cuaca yang tidak menentu serta serangan hama dan penyakit tanaman yang berdampak pada hasil panen.

"Untuk kelompok komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah, kenaikan harga dipengaruhi cuaca ekstrem dan adanya serangan hama atau penyakit yang berdampak pada produktivitas panen serta perbedaan waktu panen," ujarnya.

Sementara itu, kenaikan harga daging sapi, kedelai impor, dan gula pasir curah dipengaruhi faktor eksternal karena sebagian kebutuhan masih dipenuhi dari impor.

"Komoditas yang sebagian besar masih impor seperti daging sapi, kedelai, dan gula, kenaikan harga dipengaruhi nilai tukar, kenaikan harga sapi hidup maupun karkas, serta faktor distribusi," kata Nining.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved