Jumat, 12 Juni 2026

Berdayakan Petani Lokal, Java Fresh Ekspor Buah Indonesia ke- 25 Negara

Java Fresh memberdayakan petani lokal dan menjadi motor penggerak ekspor buah ke-25 negara di dunia

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok JF
EKSPOR BUAH - Dari Nusantara ke mancanegara, Java Fresh menjadi motor penggerak ekspor buah unggulan Indonesia dan menghubungkan hasil bumi petani lokal dengan pasar global di 25 negara. Bukan sekadar mengekspor buah, tapi membawa harapan dan memberdayakan petani mikro untuk terus tumbuh berkelanjutan. 

Pada 2025, Java Fresh terpilih sebagai salah satu dari lima wirausaha sosial penerima dana hibah dari DBS Foundation Grant Program 2024, sebuah pengakuan atas dedikasi mereka memberdayakan petani mikro dan komunitas lokal.

Dukungan ini membuka peluang untuk memperluas skala bisnis sekaligus memperkuat kemampuan menghadirkan solusi nyata bagi isu sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Head of Group Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika mengatakan, di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang semakin kompleks, peran wirausaha sosial seperti Java Fresh menjadi semakin penting dalam menghadirkan dampak yang nyata dan berkelanjutan.

Sebagai purpose-driven bank, Bank DBS Indonesia berkomitmen untuk tumbuh bersama komunitas dan membangun ekosistem yang lebih inklusif melalui pilar keberlanjutan Impact Beyond Banking.

"Kami berharap dukungan dan kolaborasi ini dapat mendorong Java Fresh serta para petani melangkah lebih jauh dalam membawa buah Indonesia ke pasar global. Selain itu kami berharap semakin banyak bisnis berdampak sosial ini tumbuh di Indonesia” ujar Mona Monika.

Sejak bermitra dengan DBS Foundation, Java Fresh terus memperkuat industri buah nasional sekaligus memberdayakan komunitas lokal.

Hal ini tercermin dari peningkatan kualitas dan kapasitas produksi, dengan umur simpan manggis mencapai hingga 35 hari pada skala industri dan 45 hari pada skala laboratorium, serta volume ekspor buah segar yang telah melampaui 300.000 kg.

Dengan jangkauan ekspor ke 25 negara, Java Fresh beroperasi mengacu pada sertifikasi Global Good Agricultural Practice (GLOBALG.A.P.) dan GLOBALG.A.P. Risk Assessment on Social Practice (GRASP), yang memastikan kepatuhan terhadap standar global dalam keamanan pangan, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial.

Margareta mengungkapkan bahwa Java Fresh kini juga tengah memperluas pasar melalui uji coba pengiriman manggis menggunakan kontainer ke Tiongkok.

Ia menilai langkah ini sebagai pencapaian penting bagi industri buah nasional, mengingat standar kualitas dan keamanan pangan di Tiongkok yang sangat ketat.

Dukungan DBS Foundation juga memperkuat kapasitas research and development (R&D) Java Fresh yang menjadi kunci bagi Java Fresh dalam menghadapi gangguan iklim dan distribusi.

Dengan umur simpan yang lebih panjang, risiko kerugian berkurang, limbah pasca panen menurun, dan efisiensi operasional meningkat.

Dampaknya, rantai pasok lebih tangguh, jangkauan pasar meluas hingga 25 negara, dan ekspansi ke tiga wilayah baru melibatkan 400 petani binaan serta 90 pekerja perempuan di pedesaan.

Secara total, Java Fresh telah memberdayakan 210 pekerja perempuan di enam packing house.

Guna memperkuat dampak tersebut, Java Fresh juga menyelenggarakan 12 sesi pelatihan yang menjangkau 106 peserta.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved