Jumat, 12 Juni 2026

Kisah Manggis dari Cipancar Sumedang yang Kini Bisa Tahan Lebih Lama Berkat Semprotan Lilin Lebah

Petani manggis di Cipancar, Sumedang, mendapatkan pelatihan teknologi edible coating berbasis lilin lebah (beeswax) hasil kolaborasi ITB, Unpad.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Petani manggis di Cipancar, Sumedang, mendapatkan pelatihan teknologi edible coating berbasis lilin lebah (beeswax) hasil kolaborasi ITB, Unpad, dan Chulalongkorn University. 

Ringkasan Berita:
  • Petani manggis di Cipancar, Sumedang, mendapatkan pelatihan teknologi edible coating berbasis lilin lebah (beeswax) hasil kolaborasi ITB, Unpad, dan Chulalongkorn University. 
  • Teknik semprot ini mampu memperpanjang umur simpan manggis dari 14 hari menjadi 28 hari. 
  • Inovasi pascapanen ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas ekspor dan menjaga kestabilan harga saat musim panen melimpah.

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Meski telah siang hari di hari ke 20 Ramadan ini, semangat para petani manggis tidak surut. Antusiasme mereka tetap "on" meski sedang berpuasa.

Bagaimana tidak antusias, pelatihan yang akan mereka terima akan berpengaruh pada proses ketahanan buah manggis setelah dipanen. Ya, di Dusun Sagaramanik, Desa Cipancar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang ini ada puluhan petani manggis dengan lahan tanam cukup luas.

Luasnya lahan tanam ini boleh diukur dengan kemampuan mereka memenuhi kuota ekspor, meski hasil panen dikepul terlebih dahulu di perusahaan eksportir di Tasikmalaya.

Di ruangan Madrasah Al-Qadar, Selasa (10/3/2026) siang, mereka menghadapi manggis yang telah dipanen. Semprotan genggam berisi cairan bening hasil campuran lilin lebah dan beberapa bahan lainnya telah siap di tangan.

Guru Besar Fakultas Teknologi Indus
Guru Besar Fakultas Teknologi Industri ITB, Prof. Dr. Ir. Lienda Aliwarga, M.Eng., (tengah), saat memberikan pelatihan terhadap puluhan petani manggis di di Dusun Sagaramanik, Desa Cipancar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Selasa (10/3/2026) siang.

Satu per satu, manggis itu disemprot perlahan. Lapisan tipis cairan itu menempel di kulit buah ungu tua. Para petani memperhatikan dengan saksama, seolah sedang mempelajari cara baru menjaga hasil panen yang selama ini cepat rusak.

Sekitar 30 hingga 35 petani manggis mengikuti pelatihan bertajuk “Pelatihan Penerapan Edible Coating Berbasis Beeswax pada Buah Manggis”. Lapisan ini tentunya ramah dan tidak mengapa jika termakan.

Kegiatan ini merupakan program pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Chulalongkorn University Thailand. Program tersebut dijalankan di bawah Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat ITB sebagai upaya menerapkan hasil riset kampus langsung kepada masyarakat.

Guru Besar Fakultas Teknologi Industri ITB, Prof. Dr. Ir. Lienda Aliwarga, M.Eng., menjelaskan bagaimana lapisan tipis dari lilin lebah dapat membantu memperpanjang umur simpan buah.

“Kami melakukan program pengabdian kepada masyarakat di Desa Cipancar untuk petani manggis, untuk pelapisan manggis agar umur simpan manggis diperpanjang. Sebagai akademisi, ilmu yang ada di kampus harus bisa diterapkan kepada masyarakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan.

Larutan yang digunakan berasal dari lilin lebah yang dilelehkan lalu dicampur dengan beberapa bahan hingga menjadi cairan yang dapat melapisi buah. Lapisan itu sangat tipis, namun mampu melindungi kulit manggis dari proses pembusukan terlalu cepat.

Menurut Lienda, metode pelapisan sebenarnya bisa dilakukan dengan beberapa cara, mulai dari penyemprotan, penyelupan, hingga dioleskan dengan tangan. Namun dalam pelatihan ini, metode penyemprotan dipilih karena dianggap paling merata dan praktis bagi petani.

“Dengan penyemprotan, lapisannya lebih merata,” katanya.

Selama ini, manggis yang dipanen petani biasanya hanya mampu bertahan sekitar dua minggu sebelum kulitnya mengeras dan kualitasnya menurun. Dengan teknik edible coating tersebut, umur simpan buah bisa mendekati empat minggu.

“Dari umur simpan dua minggu, kalau di-coating ini bisa mendekati empat minggu. Formula masih kami perbaiki, kemungkinan bisa lebih panjang lagi,” katanya.

Bagi petani, tambahan waktu dua minggu itu bukan hal kecil. Selama ini, sebagian manggis Cipancar memang sudah ditujukan untuk pasar ekspor melalui jalur pengiriman di Tasikmalaya. Namun buah biasanya langsung dijual tanpa perlakuan khusus.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved