Jangan Anggap Sepele Nyeri pada Rahang, Berikut Penjelasannya!
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Nyeri rahang kerap disepelekan. Namun, kondisi tersebut perlu diwaspadai agar tidak terindikasi penyakit lain.
Penulis: Nappisah | Editor: bisnistribunjabar
Bahkan, akan mempengaruhi profile tubuh seperti pundak akibat nyeri sendi yang diderita.
"Sendi rahang ini akan mempengaruhi secara keseluruhan profile tubuh. Sebab, sendi berhubungan satu sama lain," ucapnya.
"Saat berbicara atu mengunyah akan terdengar bunyi 'klik' di sekitar telinga. Menjadi ciri bila pasien mengalami kelainan sendi," ujarnya.
"Setelah mengkonsumsi obat nyeri yang dijual bebas akan mereda. Namun, bunyi 'klik' tersebut tidak akan pernah hilang dan nyerinya mungkin hilang akibat obat pereda nyeri," ucapnya.
Bunyi 'klik' tersebut dapat didengar oleh penderita, bahkan orang lain.
Nyeri rahang yang diobati dan dicari penyebabnya akan mempercepat hilangnya nyeri pada rahang.
"Biasanya pasien yang datang ke dokter gigi dengan keluhan nyeri rahang, seperti tidak bisa membuka mulut untuk mengunyah makanan akan dipakaikan alat khusus," jelasnya.
Sehingga dalam waktu 30 menit, pasien dapat membuka mulutnya lebih besar untuk mengunyah.
"Keluhan pasien bisa membuka mulut, tapi tidak bisa memasukan makanan," ucapnya.
Perawatan tersebut, katanya, harus dilanjutkan dan kontrol ke dokter gigi.
"Penyebab paling umum dari rahang ini biasanya mengunyah satu sisi akibat ada satu gigi yang hilang di sisi lainnya. Sehingga pasien mengunyah menggunakan sisi lain, sering tidak disadari karena belum ada keluhan, jika diteruskan akan muncul keluhan tersebut," jelasnya.
Drg. Lena menambahkan, agar dapat mengatisipasi nyeri rahang, pastikan keadaan gigi, rongga mulut dalam keadaan baik dengan kontrol ke dokter gigi dan mulut setiap 6 bulan sekali.
Sebagi informasi, untuk layanan ke dokter gigi Santosa Hospital Bandung Central dapat dilakukan konsultasi dan pemeriksaan oleh Drg. Lena Lia Napitupulu, MMRS pada hari Senin-Jumat pukul 13.00-16.00 WIB dan hari Sabtu pukul 09.00-13.00 WIB.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Drg-Lena-Lia-Napitupulu-MMRS-dokter-dari-Santosa-Hospital-Bandung-Central.jpg)