Selasa, 7 April 2026

Lutut Sering Nyeri Saat Naik Tangga ? Coba Terapi Akupunktur

Dokter Spesialis Akupunktur Medik Santosa Hospital Bandung Central,menjelaskan bahwa OA ditandai dengan kekakuan sendi

Istimewa
SANTOSA HOSPITAL - Dokter Spesialis Akupunktur Medik Santosa Hospital Bandung Central, dr. Emilia Puspitasari Winarno, Sp.Ak, menjelaskan bahwa OA ditandai dengan kekakuan sendi sementara di pagi hari, gangguan pergerakan, hingga pembengkakan.  

Ringkasan Berita:
  • Nyeri lutut tanpa cedera kerap mengarah ke osteoartritis (OA), ditandai kekakuan pagi, pembengkakan, dan keterbatasan gerak akibat pengikisan tulang rawan.
  • Akupunktur menjadi terapi pendamping efektif, merangsang endorfin, mengurangi nyeri dan inflamasi, serta memberi efek relaksasi dan peningkatan sirkulasi.
  • Terapi aman dengan berbagai metode, dianjurkan rutin 1–2 kali per minggu dan dikombinasikan olahraga serta pola makan sehat guna hasil optimal.

TRIBUNJABAR.ID - BANDUNG - Nyeri lutut saat berjalan atau menaiki tangga sering kali menjadi penghambat aktivitas sehari-hari, terutama bagi kelompok lanjut usia. 

Tanpa adanya riwayat cedera, keluhan ini umumnya tanpa riwayat cedera mengarah pada Osteoartritis (OA), sebuah peradangan kronis akibat pengikisan tulang rawan yang berfungsi sebagai pelapis ujung tulang.

Dokter Spesialis Akupunktur Medik Santosa Hospital Bandung Central, dr. Emilia Puspitasari Winarno, Sp.Ak, menjelaskan bahwa OA ditandai dengan kekakuan sendi sementara di pagi hari, gangguan pergerakan, hingga pembengkakan. 

2SANTOSA HOSPITAL - Dokter Spesialis Akupunktur Medik dr. Emilia Puspitasari Winarno, Sp.Ak
SANTOSA HOSPITAL - Dokter Spesialis Akupunktur Medik Santosa Hospital Bandung Central, dr. Emilia Puspitasari Winarno, Sp.Ak.

Namun, kemajuan medis kini menempatkan akupunktur sebagai salah satu terapi pendamping yang sangat efektif untuk mengatasi kondisi tersebut.

"Akupunktur bekerja dengan merangsang sistem saraf untuk melepaskan hormon endorfin yang berfungsi sebagai pereda nyeri alami," kata dia, kepada Tribunjabar.id, Minggu (5/4/2026). 

Tak hanya itu, terapi ini memiliki efek anti-inflamasi, meningkatkan sirkulasi darah lokal, hingga menurunkan adhesi atau perlekatan jaringan.

3 logo Santosa Hospital Bandung Central
LOGO - Santosa Hospital Bandung Central

"Selain meredakan nyeri fisik, akupunktur memberikan efek relaksasi yang mampu mengurangi stres dan kecemasan pasien," ujar dr. Emilia. 

Bagi pasien dengan berat badan berlebih, terapi ini juga berperan ganda dalam menekan nafsu makan dan meningkatkan metabolisme untuk membantu penurunan berat badan, sehingga beban pada lutut berkurang.

Dia menjelaskan, dalam dunia medis, keparahan OA dinilai melalui sistem Kellgren-Lawrence (KL). 

Akupunktur sangat disarankan bagi pasien pada derajat 2 dan 3. Namun, pada kondisi derajat 4 yang biasanya memerlukan operasi Total Knee Replacement (TKR), akupunktur tetap dapat digunakan sebagai manajemen nyeri.

"Terapi ini tergolong aman untuk segala usia, mulai dari bayi hingga lansia, selama dilakukan oleh ahli kompeten. Efek sampingnya pun sangat minimal, seperti kemerahan, perdarahan kecil, atau lebam di titik penusukan," ucapnya. 

Proses terapi berlangsung singkat, sekitar 20 hingga 30 menit per sesi. Menariknya, metode yang digunakan kini sangat beragam sesuai kebutuhan pasien. 

dr. Emilia mencontohkan, akupunktur memiliki beberapa metode yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan terapi. 

"Akupunktur manual merupakan teknik dasar yang menggunakan jarum akupunktur standar. Selain itu, terdapat elektroakupunktur yang memanfaatkan alat elektrostimulator dengan aliran listrik tegangan rendah untuk meningkatkan rangsangan pada titik tertentu." 

Metode lain adalah laserpunktur, yaitu penggunaan sinar laser yang memberikan terapi tanpa rasa nyeri. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved