Kamis, 9 April 2026

Jangan Anggap Sepele Nyeri pada Rahang, Berikut Penjelasannya!

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Nyeri rahang kerap disepelekan. Namun, kondisi tersebut perlu diwaspadai agar tidak terindikasi penyakit lain.

Penulis: Nappisah | Editor: bisnistribunjabar
Istimewa
Drg. Lena Lia Napitupulu, MMRS dokter dari Santosa Hospital Bandung Central 

Laporan Wartawan TribunJabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Nyeri rahang kerap disepelekan. Namun, kondisi tersebut perlu diwaspadai agar tidak terindikasi penyakit lain.

Drg. Lena Lia Napitupulu, MMRS dokter dari Santosa Hospital Bandung Central mengatakan, nyeri rahang terabaikan, karena dengan pasien istirahat sejenak nyeri tersebut akan hilang.

Namun, nyeri rahang akan muncul kembali bila kebiasaan pemicu nyeri masih terus dilakukan.

2 Drg. Lena Lia Napitupulu, MMRS dokter dari Santosa Hospital Bandung Central
Drg. Lena Lia Napitupulu, MMRS

"Nyeri rahang mirip dengan nyeri kepala, biasanya pasien akan mengkonsumsi obat yang dijual secara bebas," ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Sabtu (4/11/2023) petang.

"Bila tidak dikonsultasikan kepada dokter gigi, nyerinya akan datang kembali," tuturnya.

Drg. Lena menuturkan, nyeri rahang diakibatkan karena adanya ketidakseimbangan otot disekitar sendi rahang atau penyakit degeneratif lainnya.

"Kegiatan mengunyah, berbicara, menguap, bernyanyi bisa berlangsung dengan baik karena adanya sendi rahang yang disebut temporomandibular joint," ujarnya.

Namun, nyeri dimulai dari yang paling ringan, seperti rasa pegal di area pipi saat mengunyah makanan alot.

"Berlanjut nyeri di area pelipis dan depan telinga, nyeri bisa menjalar ke otor leher bahkan pundak," katanya.

Saat menguap atau membuka mulut besar kesulitan atau bahkan tidak dapat menutup mulut kembali.

"Terdengar bunyi saat berbicara adalah salah satu ciri-ciri terjadinya gangguan sendi rahang yang jika tidak ditangani dengan tepat akan mengakibatkan nyeri rahang berkepanjangan," ungkapnya.

Drg. Lena mengatakan, mencari penyebab utama nyeri rahang menjadi hal yang perlu diputuskan dengan baik oleh seorang dokter gigi.

"Kebiasaan buruk seperti mengunyah makanan 1 sisi, tidur dalam waktu lama 1 sisi, menopang dagu, menggigit kuku," tuturnya.

Kendati demikian, nyeri rahang bila segera diatasi, keluhannya bisa membaik atau menghilang.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved