Penindakan dengan Sistem e-TLE Tetap Jadi Prioritas di Wilayah Polda Jabar, Terutama di Kota Besar

Jajaran polres di wilayah Polda Jabar diminta mengedepankan memakai sistem electronic traffic law enforcement (dalam penindakan pelanggar lalu lintas.

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Giri
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Andurahman

TRIBUJABAR.ID, BANDUNG - Jajaran polres di wilayah Polda Jabar diminta mengedepankan memakai sistem electronic traffic law enforcement (e-TLE) dalam penindakan pelanggar lalu lintas.

Saat ini, memang belum semua polres memiliki kamera CCTV untuk pengawasan pengendara di jalan raya. Namun, beberapa polres sudah mulai mempersiapkannya.

"Kita prioritaskan penindakan dengan e-TLE ini, terutama untuk daerah atau kota-kota besar," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Ibrahim Tompo, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu (29/10/2022).

Ibrahim mengatakan, tilang manual tetap bisa dilakukan, misalnya untuk pelanggaran lalu lintas yang dapat membahayakan atau menyebabkan kecelakaan fatal.

"Jadi, memang masih ada tilang selektif prioritas dan mengedepankan edukasi persuasif tadi," ujar Ibrahim Tompo.

Tilang menggunakan sistem e-TLE ini, merupakan instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang melarang jajaran lalu lintas melakukan tilang secara manual.

Itu dilakukan sebagai upaya untuk menghindari suap terhadap petugas polisi lalu lintas.

Baca juga: Polisi Dilarang Tilang Manual, Pengamat Sarankan Pakai Google Form saat Penindakan

Adapun isi dalam telegram yang dikeluarkan Kapolri berisi instruksi larangan menggelar tilang secara manual dituangkan dalam surat telegram Nomor: ST/2264/X/HUM.3.4.5./2022, per tanggal 18 Oktober 2022.

Surat telegram itu ditandatangani oleh Kakorlantas Polri Irjen Firman Shantyabudi atas nama Kapolri.

Dalam telegram tersebut, Korps Lalu Lintas Polri diperintahkan tidak menggelar tilang secara manual dan memaksimalkan penindakan melalui tilang elektronik atau e-TLE, baik statis maupun mobile.

Personel Korlantas Polri juga diminta untuk memberikan pelayanan prima serta menerapkan senyum, sapa, dan salam (3S) saat memberikan pelayanan mulai dari sentra loket samsat, satpas, penanganan kecelakaan lalu lintas, dan pelanggaran lalu lintas. 

Selanjutnya, Kapolri juga meminta agar anggota Polantas untuk melaksanakan kegiatan pengaturan khususnya di lokasi blackspot dan troublespot

Serta melaksanakan kegiatan pendidikan masyarakat lalu lintas untuk mkningkatkan Kamseltibcarlantas serta mencegah terjadinya pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. 

Baca juga: Langkah Kapolri Tiadakan Tilang Manual Dipertanyakan, Berkenaan dengan Kesiapan Peralatan

"Melaksanakan pelatihan guna meningkatkan kemampuan dan profesionalisme anggota Polantas dalam melaksanakan tugas Polri di fungsi lantas," instruksi Kapolri sebagaimana isi dalam telegram tersebut.

Selanjutnya, Polantas Polri juga diminta untuk profesional dalam menangani kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi serta transparan dan prosedural tanpa memihak kepada salah satu yang beperkara guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. 

Juga melaksanakan tugas pelayanan bidang lalu lintas secara profesional, transparan, akuntabel, dan tidak boleh melakukan pungutan di luar ketentuan atau pungli. 

Baca juga: Terkendala Sarana, Satlantas Polres Subang Belum Bisa Berlakukan Tilang Elektronik

Kemudian, Korlantas Polri juga diminta untuk menggelar apel arahan pimpinan (AAP) dan analisis dan evaluasi (anev) agar anggota memedomani SOP serta tidak melakukan kegiatan yang kontra produktif. 

Poin terakhir telegram itu, melakukan pengawasan dan pengendalian yang melekat dan berjenjang untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan bidang lalu lintas agar anggota lebih memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved