Minggu, 3 Mei 2026

Penderitanya Terus Meningkat, Begini Cara Kontrol Gula Darah yang Tepat untuk Penyakit Diabetes

Jumlah penderita diabetes meningkat setiap tahunnya karena itu masyarakat diminta bisa melakukan pencegahan sejak dini

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
istimewa
ilustrasi diabetes 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi hormon insulin atau karena penggunaan yang tidak efektif dari produksi insulin.

Hal ini ditandai dengan tingginya kadar gula dalam darah.

Dikutip dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI.,diabetes merupakan penyakit kronis yang paling tinggi kenaikan angka prevalensinya saat ini dan merupakan 10 besar penyebab kematian di dunia (WHO 2016). Prevalensi penderitanya pun juga terus meningkat.

Baca juga: Penderita Diabetes Mesti Memilih Kacang-Kacangan Ini yang Baik Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

Di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 dan tahun 2018 menunjukkan bahwa tren prevalensi penyakit Diabetes Melitus di Indonesia meningkat dari 6,9% menjadi 8,5 %, prevalensi penyakit DM menurut diagnosa dokter meningkat dari 1,2% menjadi 2%.

Permasalahan yang ada saat ini terkait penyakit DM adalah sebagian besar (sekitar 3 diantara 4 orang) penderita DM tidak menyadari kalau dirinya menderita penyakit DM dan kurangya kesadaran klien terhadap kontrol berkala.

''Hasil survey diabetes pada orang sehat ternyata lebih dari 2/3 orang tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Artinya fenomena diabetes seperti fenomena gunung es, dimana yang menderita diabetes jauh lebih banyak dibandingkan yang sudah diketahui diabetes,'' kata Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono dalam Temu Media Hari Diabetes Sedunia pada Senin (15/11) di Jakarta.

Baca juga: Kabar Baik, Penderita Diabetes Tetap Bisa Konsumsi Yogurt Dengan Aman, Ini Jenis yang Baik Dinikmati

Sebelum jatuh menjadi diabetes, seseorang akan mengalami fase pradiabetes.

Pada kondisi ini sebenarnya sudah ada tanda-tanda seseorang mengalami diabetes namun sering kali tidak disadari.

Padahal, di tahap ini pasien masih masih bisa disembuhkan, namun karena ketidaktahuan terhadap gejala diabetes, hanya dibiarkan dan akhirnya sulit untuk dikendalikan.

''Prediabetes cikal bakal kencing manis. Kalau didiamkan saja 1/3 akan menjadi kencing manis dalam waktu 5 tahun, 1/3 tetap jadi prediabetes dan 1/3 lagi kembali normal. Prediabetes jadi waktu terbaik untuk mencegahnya jadi diabetes, karena bisa kembali normal,'' tutur Tri Juli Edi T, Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI).

Baca juga: Jangan Tunggu Sampai Akut, Kenali Gejala Awal Diabetes Melitus dan Cara Pencegahannya

Perlu diketahui bahwa penyakit diabetes tidak hanya disebabkan pola hidup yang kurang sehat.

Tapi, diabetes juga bisa terjadi karena keturunan.

Artinya setiap orang berpotesi mengalami diabetes manakala diikuti dengan gaya hidup yang buruk seperti kurang aktivitas fisik, kegemukan, hipertensi, merokok, dan diet tidak seimbang.

Oleh karenanya, yang harus segera dilakukan agar fenomena ini tidak menimbulkan masalah yang semakin besar dan dampak yang luas adalah dengan menggaungkan pentingnya pola hidup sehat dan deteksi dini terutama bagi kelompok yang berisiko tinggi terkena diabetes.

Cara ini jauh lebih efisien dan efektif untuk menangani pasien daripada saat mereka sudah jatuh sakit.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved