Breaking News:

Coffee Break

Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Antara Kudeta Demokrat dan Kasus Nissa-Ayus

BEBERAPA minggu ini, ada dua berita yang tergolong populer, viral, menjadi pembicaraan banyak orang, setidaknya warganet.

Penulis: Hermawan Aksan | Editor: Hermawan Aksan
Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Antara Kudeta Demokrat dan Kasus Nissa-Ayus
istimewa
Hermawan Aksan, Wartawan Tribun Jabar

Oleh Hermawan Aksan

BEBERAPA minggu ini, ada dua berita yang tergolong populer, viral, menjadi pembicaraan banyak orang, setidaknya warganet (orang-orang di jagat internet): pertama, isu kudeta di Partai Demokrat dan, kedua, isu selingkuh dua anggota grup Sabyan Gambus, Ayus dan Nissa.

Isu kudeta Partai Demokrat dilambungkan oleh ketua umumnya sendiri, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Menurut AHY, ada sekelompok orang yang terdiri atas anggota dan mantan anggota Partai Demokrat yang hendak menggulingkan posisi AHY dari kursi ketua umum. Mereka, menurut AHY, didukung oleh beberapa pejabat tinggi pemerintahan Jokowi. Belakangan nama yang disebut-sebut adalah Moeldoko. Semula pihak Demokrat menuduh Jokowi tahu ada upaya kudeta itu, tapi belakangan AHY sendiri bilang bahwa Jokowi tidak tahu-menahu.

Menurut pihak Demokrat, sudah sebulan sebelumnya mereka memantau ada pergerakan yang diduga tidak hanya melibatkan orang-orang dalam, yang kemudian menggelar pertemuan pada bulan Januari.

Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Blunder Itu Memang Menyakitkan!

Baca juga: Coffee Break Tribun Jabar Minggu Ini: Bus Bertuliskan Tottenham Hotspur

Belakangan, mantan ketua umum Partai Demokrat sekaligus mantan presiden RI, Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), “turun gunung” mengecam pejabat pemerintah yang terlibat usaha kudeta itu. SBY mengatakan, antara lain, bahwa Jokowi tidak tahu soal usaha kudeta karena Jokowi punya integritas, sedangkan Moeldoko tidak.

Moeldoko membantah pernyataan SBY dengan mengatakan bahwa beberapa minggu terakhir ia tengah bekerja dan sibuk menyiapkan pernikahan putrinya sehingga tidak mengikuti perkembangan isu kudeta itu. “Saya pikir sudah selesai. Saya diam, jangan menekan-nekan saya,” kata Moeldoko.

Isu tentang perselingkuhan Ayus dan Nissa Sabyan mula-mula mengemuka melalui penjelasan adik Ayus, Fadhila Nova, melalui sebuah kanal YouTube, setelah ada unggahan tangkapan layar Pengadilan Agama Jakarta Utara bahwa Ririe Fairus menggugat cerai suaminya, Ayus.

Lantas beredar kabar bahwa ada perselingkuhan antara Ayus dan Nissa Sabyan. Fadhila kemudian membenarkan bahwa kakaknya telah menduakan sang istri. “Dengan berat hati saya mengatakan bahwa memang benar abang saya berselingkuh dengan Nissa Sabyan,” katanya.

Menurut Fadhila, sejatinya pihak keluarga juga tak tahu-menahu mulai kapan hubungan terlarang ini ada, tapi kurang lebih sejak dua tahun lalu. Perselingkuhan itu, kata Fadhila, terungkap awalnya dari firasat seorang istri. “Sang istri tiba-tiba saja ingin membuka handphone abang saya. Di situ ada chat mereka berdua yang belum dihapus.”

Dua isu itu, kudeta Demokrat dan perselingkuhan Ayus-Nissa, tampaknya diikuti banyak orang sehingga tiap perkembangannya muncul di media daring selalu mendapat hit yang tinggi. Padahal, menurut saya, dari sisi nilai berita, kedua isu itu biasa-biasa saja, tidak penting dan tidak menyangkut banyak orang. Boleh dikatakan dua-duanya hanya urusan intern.

Tak kurang dari mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menganggap isu kudeta Partai Demokrat sesuatu yang tidak penting. Karena itu, kata dia, sebaiknya drama kudeta partai berlambang Mercy itu dihentikan.

Saya melihatnya dari sisi lain: life father like son. AHY rupanya benar-benar mirip ayahnya. Dia berhasil menyalin tempel apa yang sering dilakukan sang ayah, tanpa perlu kreativitas.

Tentang kasus Ayus-Nissa, mengapa warganet menyukainya? Apakah itu menunjukkan bahwa orang Indonesia memang senang bergunjing dan menggibah? Perselingkuhan itu aib dan kita diajari untuk menutupi aib orang. Mengapa kita malah membuka-bukanya, sampai-sampai tiap hari, bahkan sehari entah berapa kali, muncul berita tentang Ayus-Nissa?

Rasanya makin bodoh membaca berita macam itu. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved