Breaking News:

Cerpen

Cinta Sang Raja

PAGI di White Kingdom biasanya damai, diawali dengan diskusi santai, ditemani teh beraroma mawar. Apalagi jika ditemani Marion, istriku, sang Ratu.

Editor: Hermawan Aksan
Cinta Sang Raja
http://ukmcatur.student.uny.ac.id/
Bidak catur

Strategi pun disusun. Aku membagi tugas kepada kedua jenderal yang menangani dua penjuru negeri, setelah sebelumnya berdiskusi dengan Marion.

"East, West, pantau gerakan pasukan Bauer. Pasang pasukan untuk membentengi perbatasan, imbangi setiap langkah mereka. Jangan biarkan mereka menembus batas," perintahku.

"Mereka belum bergerak, Yang Mulia. Tetapi barisan pasukan mereka telah bersiaga di dekat perbatasan, bersiap menyerang."

Marion bergumam. "Bauer menjajal nyalimu, Manuel. Ia takkan bergerak duluan."

"Aku tahu. Dia memancingku keluar. Jika aku diam, ia akan menyebutku pengecut dan menyebarkan propaganda busuk." Aku menggeram.

Aku menoleh kepada salah seorang jenderal.

"East, siapkan pasukan infanteri garis timur. Siapkan artileri di barisan kedua. Siagakan pemanah berkuda terbaik kita di atas bukit."

"Kita perlu menyiapkan intelijen, Yang Mulia. Menurut pantauan benteng timur, ada gelagat mencurigakan."

"Baik. Kirimkan satu kesatria terbaik kita untuk menyusup. Dia harus bergerak cepat dengan kuda, tapi lakukan setelah prajurit garis depan dipasang, agar mereka teralihkan."

Jenderal East mengangguk tanda paham. Kelebihan kesatria berkuda adalah kemampuannya menyusup dan bermanuver silang, melewati batas wilayah musuh, tanpa perlu membunuh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved