Breaking News:

Cerpen

Cinta Sang Raja

PAGI di White Kingdom biasanya damai, diawali dengan diskusi santai, ditemani teh beraroma mawar. Apalagi jika ditemani Marion, istriku, sang Ratu.

Editor: Hermawan Aksan
Cinta Sang Raja
http://ukmcatur.student.uny.ac.id/
Bidak catur

"Duduklah, Manuel," bujuknya.

"Kukira itu hanya ancaman kosong! Berani sekali!"

Marion menarikku duduk. "Kita bisa mengatur strategi. Jangan terlalu khawatir."

Aku menatap Marion, penasihat sekaligus permaisuriku tercinta. Perempuan paling pintar seantero negeri. Kecantikannya menghanyutkan siapa pun yang memandangnya. Tak ada satu pun di kerajaan ini yang protes ketika aku menjadikannya ratu.

Kecuali Johann Bauer, raja negeri tanah hitam di utara, yang juga mengincar Marion. Kedua kerajaan kami telah berbagi wilayah kekuasaan selama ratusan tahun. Tidak pernah ada konflik berarti.

Baru kali ini kami bersitegang. Pernikahankulah pemicunya. Ironis, ketika aku menemukan pendamping yang sempurna untuk menata negeri ini, saat itu pula kedamaian terusik.

Marion menoleh kepada sang pengawal. "Panggilkan kedua jenderal, East dan West." Nadanya dingin, tapi tajam. Tegas. Si pengawal langsung mundur.

"Apa rencanamu, Marion?"

"Kau tenang saja. Selama ini kau memimpin dengan bijaksana. Rakyat mencintaimu. Segenap penjuru White Kingdom akan berjuang melindungi tanah ini. Kau hanya perlu bertahan." Ia membelai pipiku, menenangkanku.

Kadang aku merasa, dia pantas mendapat yang lebih baik daripada seorang raja yang “hanya” menguasai seluruh wilayah selatan.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved