TOPIK
Sindikat Jual Beli Bayi di Jabar
-
Ada puluhan tersangka yang terlibat dalam kasus perdagangan bayi tersebut dengan satu orang masih pencarian atau buron.
-
Berdasarkan keterangan para tersangka, hingga saat ini terungkap jaringan sindikat tersebut telah menjual puluhan bayi.
-
Orangtua menjual bayi itu motifnya lantaran faktor ekonomi. Bayi dari dua orangtua itu, Kombes Surawan menyebut masih dalam pencarian.
-
Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Surawan mengatakan harga jual bayi-bayi itu senilai 20 ribu dolar Singapura atau setara Rp 254 juta.
-
Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Surawan, mengatakan harga jual bayi-bayi itu senilai 20 ribu dolar Singapura atau setara Rp254 juta.
-
asus ini mulai terungkap dari laporan salah satu orang tua di Jabar yang mengaku anaknya diculik atau bayinya diambil tanpa pembayaran
-
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar menyelamatkan dua bayi lagi dalam kasus jaringan sindikat perdagangan orang ke Singapura.
-
Polisi berpeluang menambah jumlah tersangka kasus perdagangan bayi dengan modus adopsi.
-
Polda Jabar masih memburu dua buron dalam kasus jual beli bayi dengan modus adopsi ke Singapura.
-
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Surawan menegaskan, 25 bayi yang dijual itu semua dari Jabar karena perekrutnya dari Bandung.
-
Turun dari mobil, Lily pun tak berani menunjukan wajahnya hingga mengharuskannya menutup wajahnya menggunakan kain.
-
Pelaku utama ini atas nama Lily yang sempat DPO ditangkap di Bandara Soekarno Hatta ketika turun dari pesawat.
-
Bayi-bayi tersebut ternyata dibuatkan paspor tidak di Bandung, melainkan di Pontianak.
-
Menurut Farhan, pengurusan akte kelahiran itu sangat penting karena hal ini menjadi kunci siapa sebetulnya yang bertanggung jawab
-
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, bakal turut melakukan penelusuran internal untuk membantu pengungkapan kasus jual beli bayi.
-
Dalam kasus perdagangan bayi, mayoritas bayi yang dijual ke Singapura itu berasal dari wilayah Kabupaten Bandung.
-
Dari 13 orang yang ditetapkan sebagai tersangka sindikat perdagangan bayi itu, satu di antaranya disebut sebagai pegawai Disdukcapil.
-
Selain itu, kata dia, jika bayi tersebut sudah dinyatakan sehat, maka Dinsos akan mencari keberadaan orangtua kandungnya.
-
Modusnya, pelaku mendekati ibu hamil dan menjanjikan uang Rp 10 juta, namun bayi diambil tanpa pelunasan.
-
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Akhiri Hailuki menilai, kasus tersebut tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial masyarakat
-
Dari 25 bayi itu, sebanyak 15 bayi sudah di Singapura, sedangkan enam yang sudah diamankan ke Bandung dari Pontianak.
-
Surawan pun menyebut para balita ini hendak dikirimkan ke Singapura dan sudah dilengkapi dengan dokumen-dokumennya.
-
Polda Jabar akan mencari pengadopsi bayi-bayi yang telah dijual ke Singapura. Sejauh ini, sudah 25 bayi yang telah diadopsi di Singapura.
-
Kata Hendra, ternyata orangtua tersebut hendak menjual anaknya dengan kesepakatan mendapat uang Rp 10-16 juta.
-
Polda Jabar meng-update perkembangan kasus penjualan bayi ke Singapura yang berhasil terbongkar.
-
Pihak Panti Asuhan Bayi Sehat yang berada di Jalan Purnawarman, Bandung, memastikan bayi-bayi korban perdagangan orang dalam kondisi baik.
-
Psikolog Miryam A. Sigarlaki, S.Psi., M.Psi., memandang praktik ini bukan hanya melibatkan aspek hukum, tetapi juga gambaran dari interaksi kompleks.
-
Di panti tersebut, Polda Jabar menitipkan lima bayi korban perdagangan orang jaringan internasional yang berhasil diselamatkan.
-
Uum menjelaskan bahwa yang berkewajiban memberikan perlindungan kepada anak bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat dan orang tua.
-
Prof. Yulius bersama rombongan sempat berkeliling ke sejumlah ruangan panti dan berinteraksi dengan anak-anak balita di sana.