Sabtu, 23 Mei 2026

Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju

Indonesia adalah negara yang dikaruniai keberagaman luar biasa, baik dari segi suku, budaya, bahasa, maupun agama

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Kemenega Jabar
KAKANWIL KEMENAG - H. Dudu Rohman, S.Ag., M.Si, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat 

Jawa Barat, sebagai provinsi dengan populasi terbesar, memiliki tanggung jawab strategis dalam memperkuat harmoni ini.

Meskipun mayoritas penduduknya beragama Islam (lebih dari 97 persen), Jawa Barat juga menjadi rumah bagi pemeluk Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Keberagaman ini adalah kekayaan yang menuntut komitmen bersama untuk terus mengedepankan dialog, toleransi, dan kerja sama demi membangun wilayah yang maju dan sejahtera.

.Tantangan Kerukunan di Era Kontemporer

Meskipun Indonesia memiliki tradisi toleransi yang kuat, kerukunan umat beragama saat ini menghadapi tantangan serius.

Pertama, maraknya radikalisme dan ekstremisme yang mengatasnamakan agama.

Kelompok radikal sering menyebarkan paham eksklusivisme dan narasi kebencian yang merusak tatanan sosial serta menghambat pembangunan bangsa (Bruinessen, 2013).

Kedua, penyalahgunaan media sosial sebagai sarana penyebaran ujaran kebencian dan hoaks.

Kecepatan informasi digital tanpa verifikasi memadai memudahkan narasi intoleransi memicu konflik antarumat beragama secara instan.

Ketiga, eksploitasi kesenjangan ekonomi dan ketidakadilan sosial. Kekecewaan masyarakat akibat kemiskinan sering kali digiring menjadi sentimen agama atau etnis, ditambah dengan politisasi agama untuk kepentingan elektoral yang memperparah polarisasi sosial (Hefner, 2000).

Keempat, minimnya pendidikan multikultural dan literasi keagamaan yang moderat. Pemahaman agama yang dangkal dan literal membuat masyarakat rentan terhadap indoktrinasi paham intoleran.

Oleh karena itu, penguatan literasi keagamaan yang inklusif dan kontekstual menjadi kunci utama dalam membangun kerukunan yang berkelanjutan di tengah dinamika zaman yang terus berubah.

Moderasi Beragama sebagai Jalan Tengah

Kementerian Agama RI telah menetapkan Moderasi Beragama sebagai arus utama kebijakan nasional untuk menghadapi tantangan keagamaan kontemporer.

Moderasi beragama didefinisikan sebagai cara pandang dan praktik beragama yang melindungi martabat kemanusiaan serta membangun kemaslahatan umum.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved