Jumat, 8 Mei 2026

Ace Hasan Tekankan Peran Strategis Kemenag Jaga Ketahanan Nasional Lewat Moderasi Beragama

Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional,

Tayang:
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily bersama Kepala Kanwil Kemenag Jabar, Dudu Rohman, saat Pembinaan dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan bertema “Kepemimpinan Kolaboratif Menghadapi Dinamika Politik Global untuk Kemenag Berdampak” di Aula Kanwil Kemenag Jawa Barat, Kamis (7/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional
  • Ace Hasan menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya bersifat militer, tapi mencakup konflik sosial, intoleransi, hingga ancaman dari ruang digital yang dapat mempengaruhi generasi muda

Laporan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurrahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Gubernur Lemhannas RI, TB Ace Hasan Syadzily menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan nasional, melalui penguatan moderasi beragama, toleransi, dan kohesi sosial, di tengah meningkatnya tantangan global seperti polarisasi politik, disinformasi, hingga disrupsi digital. 

Hal tersebut disampaikan Ace Hasan saat memberikan materi dalam kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Wawasan Kebangsaan bertema “Kepemimpinan Kolaboratif Menghadapi Dinamika Politik Global untuk Kemenag Berdampak” di Aula Kanwil Kemenag Jawa Barat, Kamis (7/5/2026).

“Kementerian Agama memiliki posisi penting dalam menjaga kohesi sosial masyarakat. Kita tidak mungkin menjadi bangsa yang maju tanpa stabilitas sosial dan harmoni kehidupan beragama,” ujar Ace.

Dalam paparannya, Ace menegaskan bahwa tantangan bangsa saat ini tidak lagi hanya bersifat militer, tapi mencakup konflik sosial, intoleransi, hingga ancaman dari ruang digital yang dapat mempengaruhi generasi muda.

Ace juga menekankan perlunya kepemimpinan kolaboratif lintas sektor untuk memperkuat persatuan bangsa.

Kementerian Agama, kata Ace, memiliki posisi penting sebagai penjaga kohesi sosial dan perekat harmoni di tengah masyarakat.

Ace Hasan juga menyoroti perubahan struktur demografi Indonesia yang didominasi generasi muda serta derasnya arus teknologi informasi yang selain membawa manfaat, juga berpotensi memunculkan disinformasi dan radikalisme digital. 

“Teknologi harus dimanfaatkan untuk kemaslahatan, tetapi juga harus dikawal karena dapat menjadi ancaman bagi kemanusiaan dan kebangsaan jika tidak disikapi dengan bijak,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut menuntut hadirnya kepemimpinan yang tidak hanya visioner, tetapi juga kolaboratif dan adaptif dalam menghadapi perubahan global.

“Kepemimpinan nasional yang kita butuhkan hari ini bukanlah kepemimpinan yang berjalan sendiri dalam sekat-sekat sektoral, melainkan kepemimpinan yang mampu melampaui batas kelembagaan, menyatukan keberagaman dalam harmoni, serta mentransformasikan setiap tantangan menjadi peluang strategis bagi kemajuan bangsa,” ucapnya.

Ace menambahkan, Kementerian Agama diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjaga moral bangsa serta memperkuat nilai kebangsaan melalui moderasi beragama, sehingga mampu menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika geopolitik dunia yang semakin kompleks.

Ace pun mengapresiasi kerjasama Kanwil Kemenag Jawa Barat dengan Densus 88 Anti Teror sebagai langkah konkret pencegahan radikalisme dan intoleransi demi menjaga stabilitas sosial Indonesia.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved