Senin, 25 Mei 2026

Waspada Testis Tidak Turun pada Anak: Kenali Dampaknya Terhadap Kesuburan

Kondisi testis tidak turun atau undescended testis (kriptorkismus) masih menjadi masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan pada bayi laki-laki.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Istimewa
SANTOSA HOSPITAL - Dokter Spesialis Bedah Anak dari Santosa Hospital Bandung Kopo, dr. Siti Asiyah, Sp.BA menjelaskan, testis tidak turun merupakan kondisi ketika satu atau kedua testis bayi laki-laki belum berada di dalam kantung zakar (skrotum) setelah lahir. 

Ringkasan Berita:
  • Kondisi testis tidak turun atau undescended testis (kriptorkismus) masih menjadi masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan pada bayi laki-laki.
  • Dokter Spesialis Bedah Anak dari Santosa Hospital Bandung Kopo, dr. Siti Asiyah, Sp.BA menjelaskan, testis tidak turun merupakan kondisi ketika satu atau kedua testis bayi laki-laki belum berada di dalam kantung zakar (skrotum) setelah lahir.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kondisi testis tidak turun atau undescended testis (kriptorkismus) masih menjadi masalah kesehatan yang cukup sering ditemukan pada bayi laki-laki.

Meski kerap dianggap sepele karena tidak menimbulkan nyeri, kondisi ini perlu mendapat perhatian serius sejak dini karena dapat memengaruhi kesehatan reproduksi anak di masa depan.

Dokter Spesialis Bedah Anak dari Santosa Hospital Bandung Kopo, dr. Siti Asiyah, Sp.BA menjelaskan, testis tidak turun merupakan kondisi ketika satu atau kedua testis bayi laki-laki belum berada di dalam kantung zakar (skrotum) setelah lahir.

“Normalnya, selama masa kehamilan testis terbentuk di dalam rongga perut dan akan turun ke skrotum menjelang kelahiran. Pada kondisi ini, proses penurunan tersebut tidak berlangsung sempurna sehingga testis masih berada di perut atau selangkangan,” ujarnya, Senin (25/5/2026). 

Menurutnya, kasus ini cukup sering ditemukan baik secara global maupun di Indonesia.

Kondisi tersebut diperkirakan terjadi pada sekitar 3–5 persen bayi laki-laki yang lahir cukup bulan dan dapat meningkat hingga 20–30 persen pada bayi prematur.

Sebagian testis memang dapat turun spontan dalam beberapa bulan pertama kehidupan.

Namun bila setelah usia enam bulan testis belum turun, orang tua disarankan segera memeriksakan anak ke dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

dr. Siti Asiyah mengatakan, penyebab testis tidak turun bersifat multifaktorial.

Beberapa faktor risiko yang diketahui antara lain kelahiran prematur, berat badan lahir rendah, gangguan hormonal selama kehamilan, faktor genetik, riwayat keluarga dengan kondisi serupa, hingga paparan asap rokok selama kehamilan.

“Tetapi pada banyak kasus, penyebab pastinya tidak selalu dapat diketahui secara spesifik,” katanya.

Ia menuturkan, tanda awal yang paling mudah dikenali adalah kantung zakar tampak kosong pada salah satu atau kedua sisi.

Selain itu, ukuran skrotum juga dapat terlihat tidak simetris.

Karena umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, kondisi ini sering kali terlewat tanpa pemeriksaan yang teliti. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved