Optimalisasi Deteksi Dini dan Manajemen Osteoporosis: Mengurangi Risiko Fraktur pada Populasi Lansia
Rumah Sakit Santo Borromeus menyelenggarakan simposium medis bertajuk “Fragility Fracture and Osteoporosis Management”
Ringkasan Berita:
- Rumah Sakit Santo Borromeus menyelenggarakan simposium medis bertajuk “Fragility Fracture and Osteoporosis Management”
- Osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena kerap tidak menunjukkan gejala hingga terjadi cedera serius.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai upaya nyata dalam menghadapi tantangan kesehatan pada populasi usia lanjut, Rumah Sakit Santo Borromeus menyelenggarakan simposium medis bertajuk “Fragility Fracture and Osteoporosis Management”.
Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung Carolus Lantai 7 ini menegaskan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan standar edukasi dan pelayanan kesehatan tulang di Indonesia.
Dr. dr. Andre Yanuar, Sp.OT, SubSp.PL(K), M.M mengatakan, osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena kerap tidak menunjukkan gejala hingga terjadi cedera serius.
"Menyadari hal tersebut, simposium ini memfokuskan pembahasan pada fragility fracture patah tulang akibat trauma ringan yang menjadi ancaman nyata bagi kualitas hidup lansia," katanya.
Dalam sesi ini, para peserta dibekali pengetahuan mengenai pentingnya deteksi dini dan protokol penanganan terbaru.
Tujuannya jelas yakni mencegah terjadinya patah tulang berulang dan memastikan pasien tetap dapat beraktivitas secara mandiri di usia senja.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong penanganan yang lebih tepat dan edukasi yang lebih luas, sehingga osteoporosis tidak lagi menjadi hambatan bagi masyarakat untuk memiliki kualitas hidup yang baik," kata dr Andre.
Acara yang menghadirkan jajaran narasumber ahli yang memaparkan materi dari sudut pandang bedah ortopedi hingga penyakit dalam yakni Dr. dr. Andre Yanuar, Sp.OT, SubSp.PL(K), M.M, Prof. Dr. dr. Zairin Noor, Sp.OT, Subsp.O.T.B(K)., M.M dan
dr. Christina, SpPD ini mendapat sambutan hangat.
Kuota 200 peserta yang disediakan terisi penuh oleh para tenaga medis yang antusias memperdalam keahlian mereka.
"Dengan suksesnya simposium ini, RS Santo Borromeus kembali membuktikan perannya bukan hanya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan, tetapi juga sebagai wadah edukasi medis terpercaya yang terus berinovasi demi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.
| Update Korban Laka Maut Bekasi: 17 Penumpang Jalani Operasi Patah Tulang di RSUD Bekasi |
|
|---|
| Kisah Pilu Lilis di Sukabumi: Kerja Serabutan Rawat Suami Sakit di Rumah Rusak Demi Masa Depan Anak. |
|
|---|
| Asupan Kalsium, Vitamin D, dan Olahraga Jadi Kunci Cegah Osteoporosis |
|
|---|
| Truk yang Ditabrak KA Menoreh Ternyata Truk Tangki, 6 Perjalanan KA jadi Terhambat |
|
|---|
| Guru Soroti Pembully Murid SD hingga Patah Tangan di Karawang, Selalu Dibela Orang Tua meski Salah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/simpopsium-osteoporosis.jpg)