Selasa, 12 Mei 2026

Optimalisasi Deteksi Dini dan Manajemen Osteoporosis: Mengurangi Risiko Fraktur pada Populasi Lansia

Rumah Sakit Santo Borromeus menyelenggarakan simposium medis bertajuk “Fragility Fracture and Osteoporosis Management”

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok RS Boromeus
SIMPOSIUM OSTEOPOROSIS - Rumah Sakit Santo Borromeus kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan standar pelayanan kesehatan melalui pengembangan ilmu medis. Pada Sabtu, 9 Mei 2026, RS Santo Borromeus menyelenggarakan simposium ilmiah bertajuk “Fragility Fracture and Osteoporosis Management” 
Ringkasan Berita:
  • Rumah Sakit Santo Borromeus menyelenggarakan simposium medis bertajuk “Fragility Fracture and Osteoporosis Management”
  • Osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena kerap tidak menunjukkan gejala hingga terjadi cedera serius. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sebagai upaya nyata dalam menghadapi tantangan kesehatan pada populasi usia lanjut, Rumah Sakit Santo Borromeus menyelenggarakan simposium medis bertajuk “Fragility Fracture and Osteoporosis Management”.

Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung Carolus Lantai 7 ini menegaskan komitmen rumah sakit dalam meningkatkan standar edukasi dan pelayanan kesehatan tulang di Indonesia.

Dr. dr. Andre Yanuar, Sp.OT, SubSp.PL(K), M.M mengatakan, osteoporosis sering disebut sebagai silent disease karena kerap tidak menunjukkan gejala hingga terjadi cedera serius. 

"Menyadari hal tersebut, simposium ini memfokuskan pembahasan pada fragility fracture patah tulang akibat trauma ringan yang menjadi ancaman nyata bagi kualitas hidup lansia," katanya.

Dalam sesi ini, para peserta dibekali pengetahuan mengenai pentingnya deteksi dini dan protokol penanganan terbaru.

Tujuannya jelas yakni mencegah terjadinya patah tulang berulang dan memastikan pasien tetap dapat beraktivitas secara mandiri di usia senja.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong penanganan yang lebih tepat dan edukasi yang lebih luas, sehingga osteoporosis tidak lagi menjadi hambatan bagi masyarakat untuk memiliki kualitas hidup yang baik," kata dr Andre.

Acara yang menghadirkan jajaran narasumber ahli yang memaparkan materi dari sudut pandang bedah ortopedi hingga penyakit dalam yakni Dr. dr. Andre Yanuar, Sp.OT, SubSp.PL(K), M.M, Prof. Dr. dr. Zairin Noor, Sp.OT, Subsp.O.T.B(K)., M.M dan
dr. Christina, SpPD ini mendapat sambutan hangat.

Kuota 200 peserta yang disediakan terisi penuh oleh para tenaga medis yang antusias memperdalam keahlian mereka.

"Dengan suksesnya simposium ini, RS Santo Borromeus kembali membuktikan perannya bukan hanya sebagai pusat layanan kesehatan rujukan, tetapi juga sebagai wadah edukasi medis terpercaya yang terus berinovasi demi kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved