Selasa, 5 Mei 2026

Waspada, Tren Gangguan Lambung Akibat Pola Makan yang Tidak Teratur

Pola makan yang tidak teratur menjadi salah satu faktor yang kian sering memicu gangguan lambung.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
istimewa
ILUSTRASI - Dokter spesialis penyakit dalam Santosa Hospital Bandung Central, dr. Imelda Adrianti Widjojo, Sp.PD-FINASIM, AGAF, mengatakan beberapa jenis gangguan lambung yang sering dialami masyarakat antara lain gastritis atau maag, gastroesophageal reflux disease (GERD), dan tukak lambung. 

Ringkasan Berita:
  • Pola makan yang tidak teratur menjadi salah satu faktor yang kian sering memicu gangguan lambung
  • Tren diet tertentu dapat memengaruhi kesehatan lambung jika dilakukan secara ekstrem

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pola makan yang tidak teratur menjadi salah satu faktor yang kian sering memicu gangguan lambung. Kebiasaan melewatkan waktu makan, konsumsi makanan pedas, hingga tren diet ekstrem dapat memicu berbagai keluhan pencernaan, mulai dari maag hingga asam lambung naik.

Dokter spesialis penyakit dalam Santosa Hospital Bandung Central, dr. Imelda Adrianti Widjojo, Sp.PD-FINASIM, AGAF, mengatakan beberapa jenis gangguan lambung yang sering dialami masyarakat antara lain gastritis atau maag, gastroesophageal reflux disease (GERD), dan tukak lambung.

Gastritis merupakan peradangan pada dinding lambung yang bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) maupun berlangsung lama (kronis). Kondisi ini umumnya dipicu infeksi bakteri Helicobacter pylori, penggunaan obat pereda nyeri dalam jangka panjang, stres, hingga konsumsi alkohol.

Sementara itu, GERD terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan akibat melemahnya katup esofagus bagian bawah. 

Kondisi ini dapat menimbulkan sensasi panas di dada atau heartburn, rasa sesak, hingga tenggorokan terasa sakit.

Selain itu, tukak lambung juga menjadi masalah yang cukup sering terjadi.

Tukak lambung merupakan luka terbuka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari akibat terkikisnya dinding lambung oleh asam.

“Pada beberapa kasus juga ditemukan gastroparesis, yaitu kondisi ketika otot lambung melemah sehingga proses pengosongan lambung menjadi lambat. Akibatnya makanan tertahan lebih lama di lambung dan menimbulkan keluhan seperti mual atau cepat kenyang,” ujar dr. Imelda, Kamis (5/3/2026). 

Ia menjelaskan, pola makan yang tidak teratur berperan besar dalam meningkatkan risiko gangguan lambung.

Kebiasaan melewatkan waktu makan atau makan pada jam yang tidak konsisten dapat memicu produksi asam lambung berlebih.

“Ketika lambung kosong terlalu lama, asam lambung tetap diproduksi. Tanpa adanya makanan yang dicerna, asam tersebut dapat mengiritasi dinding lambung dan memicu peradangan.” 

Dikatakannya, kebiasaan telat makan yang kemudian diikuti makan dalam porsi besar juga dapat memicu GERD.

Kondisi ini dapat melemahkan katup kerongkongan sehingga asam lambung lebih mudah naik.

“Lambung bekerja mengikuti ritme. Jika pola makan tidak teratur, produksi enzim pencernaan dan asam lambung menjadi tidak seimbang sehingga proses pencernaan tidak optimal,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved