Kamis, 28 Mei 2026

Dada Panas dan Mulut Asam Saat Ramadan, Waspadai Gejala GERD

Waspadai jika keluhan dada terasa panas dan mulut asam karena bisa saja kondisi tersebut merupakan gejala GERD

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Kompas.com
ILUSTRASI DADA PANAS - Memasuki bulan Ramadan, keluhan dada terasa panas dan mulut asam kerap muncul, terutama saat pola makan berubah. 

“Kalau maag itu sebetulnya istilah dari bahasa Belanda, artinya lambung. Dalam kedokteran disebut dispepsia.

Keluhannya di lambung saja, seperti nyeri perut, kembung, cepat lapar,” paparnya.

Sedangkan GERD melibatkan refluks asam lambung yang naik ke kerongkongan.

 Jika berlangsung lama, bisa menyebabkan radang kerongkongan.

“Kalau asam lambung naik sampai lebih tinggi lagi ke laring, bisa memicu batuk-batuk. Kadang pasien datang bukan karena dada panas, tapi karena batuk terus,” ujarnya.

Batuk akibat GERD umumnya kering dan disertai suara serak.

Bila sudah lama, bisa muncul sedikit lendir berwarna putih.

Belakangan sempat beredar kabar di media sosial tentang GERD yang dikaitkan dengan henti jantung.

Menangapi hal tersebut,  Prof. Julianto menyebut, kondisi itu bisa terjadi dalam keadaan tertentu, meski bukan penyebab langsung.

Ia menjelaskan, jantung, paru-paru, dan lambung disarafi oleh satu saraf yang sama, yakni nervus vagus.

“Kalau ada gangguan berat, bisa memicu gangguan irama jantung, misalnya aritmia sampai atrial fibrilasi. Kalau berat sekali bisa berujung henti jantung. Tapi itu biasanya ada faktor lain juga,” katanya.

Selain itu, jika asam lambung dan isi makanan masuk ke saluran napas, bisa menyebabkan aspirasi pneumonia yang berbahaya.

Pasien dianjurkan segera memeriksakan diri jika keluhan makin berat, seperti nyeri dada hebat, batuk tak kunjung berhenti, sesak, atau gejala tak membaik dengan obat maag biasa.

“Kalau tambah parah, jangan ditahan. Datang ke dokter,” ujarnya.

Pengobatan bisa berupa antasida, obat golongan H2 blocker seperti ranitidin atau simetidin, hingga PPI (proton pump inhibitor) seperti omeprazole, lansoprazole, atau pantoprazole yang menekan produksi asam lambung lebih kuat.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved