Dada Panas dan Mulut Asam Saat Ramadan, Waspadai Gejala GERD
Waspadai jika keluhan dada terasa panas dan mulut asam karena bisa saja kondisi tersebut merupakan gejala GERD
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Dada panas dan mulut asam bisa jadi salah satu gejala GERD
- GERD merupakan penyakit kronis pada saluran pencernaan
- Perbedaan penyakit GERD dengan maag
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memasuki bulan Ramadan, keluhan dada terasa panas dan mulut asam kerap muncul, terutama saat pola makan berubah.
Kendati demikian, keluhan ini jangan dianggap sepele.
Bisa jadi itu merupakan gejala gastroesophageal reflux disease atau GERD, penyakit asam lambung yang naik ke kerongkongan.
Dokter spesialis penyakit dalam subspesialis Gastroenterologi Hepatologi (KGEH) Santosa Hospital Bandung Central, Prof. dr. Julianto Widjojo, Sp.PD-KGEH, FINASIM, AGAF menjelaskan, GERD merupakan penyakit kronis pada saluran pencernaan.
“Ini penyakit kronis yang terjadi ketika asam lambung naik kembali ke atas, ke kerongkongan, secara terus-menerus,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi ini terjadi karena otot katup di bagian bawah kerongkongan, atau yang dalam istilah medis disebut lower esophageal sphincter (LES), melemah dan tidak menutup rapat. Akibatnya, isi lambung bisa naik kembali.
“Asam lambung itu mengiritasi dinding kerongkongan. Sel lambung tahan asam, tapi sel kerongkongan tidak tahan. Kalau kena asam terus-menerus bisa erosi dan luka,” jelasnya, kepada Tribunjabar.id, Senin (24/2/2026).
Gejala paling khas GERD adalah rasa panas di dada yang dikenal sebagai heartburn, disertai rasa asam di mulut.
“Waktu asam lambung naik dan mengiritasi kerongkongan, timbul rasa panas di dada seperti terbakar. Karena asamnya bisa sampai ke mulut, maka mulut terasa asam,” kata Prof. Julianto.
Namun, ia mengingatkan bahwa tidak semua keluhan asam lambung langsung disebut GERD.
Jika hanya terjadi sekali dua kali dan membaik sendiri, biasanya bukan GERD.
“Kalau cuma sekali dua kali lalu sembuh, mungkin karena salah makan atau stres. Tapi kalau berlangsung lama, sampai dua jam misalnya, dan terjadi terus-menerus lebih dari dua minggu, itu baru kita curiga GERD,” tegasnya.
Masyarakat sering menyamakan GERD dengan maag.
Padahal keduanya berbeda.
| Kadisdik Jabar Imbau Pelajar Utamakan Keselamatan Saat Konvoi Persib |
|
|---|
| Seleksi Pengelola Kebun Binatang Bandung Masuk Tahap Akhir, 3 Finalis Diumumkan 25 Mei 2026 |
|
|---|
| Penataan Kawasan Cicadas Setelah Kios PKL Dibongkar, Trotoar Ditinggikan Cegah Dipakai Parkir Motor |
|
|---|
| Kemenkum Jabar Bedah Aturan TPP dan Perangkat Daerah Kabupaten Pangandaran |
|
|---|
| Poltek STIA LAN Bandung Perkuat Pemahaman Formulasi Kebijakan Berbasis Hukum dan Integritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-penyakit-jantung-23.jpg)