Harga Pertamax Naik, Pengamat: Waspada Efek Berantai dan Risiko Inflasi
Dampak kenaikan harga BBM tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga dapat memicu efek berantai terhadap aktivitas ekonomi.
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
"Kenaikan Pertamax ini berpotensi mengubah pola konsumsi masyarakat, terutama kelompok kelas menengah yang selama ini menjadi pengguna utama BBM non-subsidi," ucapnya.
Sejumlah konsumen mulai mempertimbangkan beralih ke jenis BBM yang lebih murah untuk menekan pengeluaran rutin.
Menurut Acuviarta, fenomena tersebut menunjukkan bahwa daya beli kelompok menengah juga mulai tertekan akibat meningkatnya berbagai kebutuhan rumah tangga.
"Ini menjadi tanda bahwa masyarakat kelas menengah yang selama ini mengonsumsi BBM non-subsidi juga mengalami tekanan likuiditas karena beban pengeluaran yang meningkat," katanya.
Ia memperkirakan dampak kenaikan harga BBM tidak hanya dirasakan pada sektor transportasi, tetapi juga dapat memicu efek berantai terhadap aktivitas ekonomi.
Pasalnya, kenaikan harga energi terjadi bersamaan dengan naiknya harga pangan dan biaya pembiayaan setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.
"Nah, jadi semua komponen biaya hidup meningkat. Sementara pendapatan masyarakat tidak serta-merta naik dengan kecepatan yang sama," ujarnya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah segera mengoptimalkan kebijakan fiskal dan belanja negara untuk menjaga stabilitas ekonomi, terutama dalam mengendalikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
"Kalau kondisi ini terus berlangsung dan bertahan, saya kira akan cukup merepotkan masyarakat. Apalagi pada triwulan kedua dan seterusnya peran belanja pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi tidak sebesar pada triwulan pertama," katanya.
| Siasati Lonjakan Pertamax, Pengendara Mobil di Bandung Ramai-ramai Urus Barcode untuk Beli Pertalite |
|
|---|
| Strategi Wali Kota Bandung Hadapi Kenaikan BBM: ASN Pakai Carpool, Potong Dana Mamin dan Perjalanan |
|
|---|
| Kemarau Panjang Mengancam Pasokan, Pengamat Minta Jabar Antisipasi Kenaikan Harga Pangan |
|
|---|
| Prabowo Mau Sawit hingga Batu Bara Diekspor Lewat BUMN, Pengamat: Pasar Ekspor Membutuhkan Fokus |
|
|---|
| Presiden Prabowo 'Senggol' Gaji ASN dan Guru, Pengamat Singgung PPPK dan Honorer Perlu Diperhatikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/beli-pertamax-di-ciamis.jpg)