Tembus USD 8,90 Miliar, Ini Pemicu Surplus Perdagangan Jawa Barat
Neraca perdagangan Jawa Barat membukukan surplus sebesar 8,90 miliar dolar AS.
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja perdagangan internasional yang positif sepanjang Januari hingga April 2026.
- Neraca perdagangan Jawa Barat membukukan surplus sebesar 8,90 miliar dolar AS.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja perdagangan internasional yang positif sepanjang Januari hingga April 2026.
Neraca perdagangan Jawa Barat membukukan surplus sebesar 8,90 miliar dolar AS.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan surplus tersebut ditopang oleh nilai ekspor kumulatif yang mencapai 12,58 miliar dolar AS, sementara nilai impor tercatat 3,68 miliar dolar AS.
"Pada April 2026, nilai ekspor Jawa Barat juga mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan Maret 2026, ekspor tumbuh 29,01 persen dan seluruh kenaikan tersebut didorong oleh sektor nonmigas," jelasnya, dalam rilis berita statistik, Selasa (2/6/2026).
Hingga April 2026, kata dia, ekspor Jawa Barat masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 98,76 persen dari total ekspor.
Sementara itu, dari sisi impor, struktur penggunaan barang menunjukkan aktivitas industri manufaktur di Jawa Barat masih kuat.
"Sebagian besar impor digunakan untuk mendukung proses produksi, yakni 80,90 persen berupa bahan baku dan bahan penolong."
Adapun 10,69 persen merupakan barang modal, sedangkan barang konsumsi hanya menyumbang 8,41 persen.
Ari sapaan akrabnya mengatakan, secara bilateral, surplus perdagangan nonmigas terbesar Jawa Barat berasal dari hubungan dagang dengan Amerika Serikat.
“Secara bilateral, Neraca Perdagangan Nonmigas Jawa Barat mencatatkan surplus terbesar dengan negara Amerika Serikat sebesar 1,96 miliar US Dolar, diikuti Filipina surplus 1,18 miliar US Dolar, Vietnam surplus 622,16 juta US Dolar, dan Thailand surplus 616,31 juta US Dolar. Sedangkan defisit perdagangan nonmigas terdalam dialami Jawa Barat dengan Tiongkok sebesar 698,63 juta US Dolar,” jelas Ari.
| Abu Janda Sebut Jabar Provinsi Barbar, Dedi Mulyadi: Konflik Rumah Ibadah Dituntaskan dengan Harmoni |
|
|---|
| Nasib Bandara Husein Sastranegara dan Kertajati Dibahas Tengah Juni, KDM: Tunggu Keputusan Kemenhub |
|
|---|
| Hormati Jejak Sejarah, Jawa Barat Raih Predikat Terbaik Kearsipan 2026 |
|
|---|
| Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini Selasa 2 Juni 2026, Cek Pertamax Naik atau Tidak |
|
|---|
| Puluhan ASN Karawang Ketahuan Liburan Saat WFH, Pemkab Jatuhkan Sanksi Potong TPP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/1-surplus-neraca-perdagangan-tunjukkan-keberlanjutan-pemulihan-sektor-ekonomi.jpg)