Rabu, 3 Juni 2026

Tembus USD 8,90 Miliar, Ini Pemicu Surplus Perdagangan Jawa Barat

Neraca perdagangan Jawa Barat membukukan surplus sebesar 8,90 miliar dolar AS.

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Sumber poto: Dok.Menko Perekonomian
ILUSTRASI EKSPOR - Neraca perdagangan Jawa Barat membukukan surplus sebesar 8,90 miliar dolar AS. Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan surplus tersebut ditopang oleh nilai ekspor kumulatif yang mencapai 12,58 miliar dolar AS, sementara nilai impor tercatat 3,68 miliar dolar AS. 
Ringkasan Berita:
  • Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja perdagangan internasional yang positif sepanjang Januari hingga April 2026.
  • Neraca perdagangan Jawa Barat membukukan surplus sebesar 8,90 miliar dolar AS.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat mencatat kinerja perdagangan internasional yang positif sepanjang Januari hingga April 2026.

Neraca perdagangan Jawa Barat membukukan surplus sebesar 8,90 miliar dolar AS.

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menjelaskan surplus tersebut ditopang oleh nilai ekspor kumulatif yang mencapai 12,58 miliar dolar AS, sementara nilai impor tercatat 3,68 miliar dolar AS.

"Pada April 2026, nilai ekspor Jawa Barat juga mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan Maret 2026, ekspor tumbuh 29,01 persen dan seluruh kenaikan tersebut didorong oleh sektor nonmigas," jelasnya, dalam rilis berita statistik, Selasa (2/6/2026).

Hingga April 2026, kata dia, ekspor Jawa Barat masih didominasi sektor industri pengolahan dengan kontribusi mencapai 98,76 persen dari total ekspor.

Sementara itu, dari sisi impor, struktur penggunaan barang menunjukkan aktivitas industri manufaktur di Jawa Barat masih kuat.

"Sebagian besar impor digunakan untuk mendukung proses produksi, yakni 80,90 persen berupa bahan baku dan bahan penolong."

Adapun 10,69 persen merupakan barang modal, sedangkan barang konsumsi hanya menyumbang 8,41 persen.

Ari sapaan akrabnya mengatakan, secara bilateral, surplus perdagangan nonmigas terbesar Jawa Barat berasal dari hubungan dagang dengan Amerika Serikat.

“Secara bilateral, Neraca Perdagangan Nonmigas Jawa Barat mencatatkan surplus terbesar dengan negara Amerika Serikat sebesar 1,96 miliar US Dolar, diikuti Filipina surplus 1,18 miliar US Dolar, Vietnam surplus 622,16 juta US Dolar, dan Thailand surplus 616,31 juta US Dolar. Sedangkan defisit perdagangan nonmigas terdalam dialami Jawa Barat dengan Tiongkok sebesar 698,63 juta US Dolar,” jelas Ari.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved