Rupiah Tembus Rp17.800, Ekonom Unpar Ingatkan Status Indonesia Sebagai Importir Minyak
Nilai tukar rupiah yang melemah hingga Rp17.800 per dolar AS dipicu oleh kombinasi faktor global dan domestik, mulai dari kebijakan suku bunga.
Penulis: Putri Puspita Nilawati | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
“Bisa saja rupiah menguat dengan syarat The Fed memberi sinyal penurunan suku bunga, harga komoditas ekspor Indonesia tetap tinggi, masuknya arus investasi asing, Bank Indonesia mampu menjaga stabilitas pasar valas, dan ketegangan geopolitik mereda,” ujarnya.
Sebaliknya, tekanan terhadap rupiah bisa semakin berat apabila konflik Timur Tengah terus memburuk dan menyebabkan lonjakan harga minyak dunia. Kondisi itu akan semakin diperparah jika The Fed tetap mempertahankan suku bunga tinggi dan terjadi arus keluar modal asing dari Indonesia.
“Jika ini terjadi, nilai tukar rupiah bisa saja mendekati atau menyentuh Rp18.000 per dolar AS,” katanya.
Untuk menghadapi tekanan tersebut, Aknolt menilai langkah paling penting yang harus dilakukan pemerintah adalah menjaga kepercayaan investor dan masyarakat terhadap kondisi ekonomi nasional.
Ia mengatakan pemerintah perlu menunjukkan disiplin fiskal serta konsistensi regulasi investasi, khususnya bagi investor asing.
“Surat dari KADIN Tiongkok terkait iklim investasi dan bisnis di Indonesia perlu menjadi perhatian serius pemerintah. Selain itu, pemerintah perlu memperkuat cadangan devisa melalui peningkatan ekspor, menarik investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI), hingga optimalisasi devisa hasil ekspor (DHE),” ujarnya.
Aknolt juga menekankan pentingnya mengurangi ketergantungan terhadap impor energi melalui hilirisasi energi dan transisi menuju energi baru terbarukan, termasuk pengembangan kendaraan listrik.
Selain itu, tentunya harus adanya sinergi pemerintah Kementrian Keuangan dan Bank Indonesia.
Bank Indonesia memang dapat melakukan intervensi pasar melalui instrumen operasi pasar terbuka maupun kebijakan suku bunga. Namun stabilitas rupiah tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan bank sentral semata.
“Stabilitas rupiah tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan BI. Kebijakan fiskal dan sektor riil harus mendukung, salah satunya dengan menjaga daya beli masyarakat,” ucapnya.
| Harga Tahu di Bandung Rawan Terdampak Pelemahan Rupiah, Bahan Pokok Cenderung Stabil |
|
|---|
| Pengaruh Dolar Sudah Dirasakan di Cirebon: Hotel Perang Tarif, Pengusaha Furniture Ketar-ketir |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp17.650, Ekonom Unpas Soroti Sektor Belanja Negara yang Boros |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Terasa sampai ke Desa di Cirebon, Petani Pusing Harga Obat Hama Naik 50 Persen |
|
|---|
| Rupiah Tembus Rp17.500 dan Diklaim Tak Berdampak ke Desa, Pengamat Beri Warning Keras: Ada Apa? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ilustrasi-nilai-tukar-rupiah-kurs-rupiah-dan-dollar-AS.jpg)