Harga Tahu di Bandung Rawan Terdampak Pelemahan Rupiah, Bahan Pokok Cenderung Stabil
Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sempat menembus Rp17.906 belum berdampak signifikan pada harga bahan pokok di Bandung.
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Disdagin Kota Bandung memastikan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sempat menembus Rp17.906 belum berdampak signifikan pada harga bahan pokok.
- Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurdin, menyebutkan mayoritas harga pangan masih stabil, kecuali komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah yang naik akibat faktor cuaca menjelang Iduladha.
- Sebagai langkah antisipasi, Pemkot Bandung mengintensifkan bazar murah di 30 kecamatan.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang sempat tembus hingga Rp17.906, dipastikan belum memberikan dampak signifikan terhadap harga bahan pokok di Kota Bandung.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung memastikan mayoritas harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional maupun di beberapa retail modern hingga saat ini masih relatif stabil.
Kepala Disdagin Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurdin, mengatakan berdasarkan hasil pemantauan terakhir pada Kamis kemarin, hanya beberapa komoditas hortikultura yang mengalami kenaikan harga, terutama cabai dan bawang merah.
"Data Kamis terakhir kemarin itu masih relatif stabil. Yang ada kenaikan itu komoditas cabai, sementara yang lain tetap stabil," ujarnya saat dihubungi, Jumat (29/6/2025).
Ronny mengatakan, harga cabe merah keriting naik dari Rp48.500 menjadi Rp70 ribu per kilogram. Sementara cabe merah tanjung melonjak dari Rp74 ribu menjadi sekitar Rp130 ribu per kilogram akibat faktor cuaca dan meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.
Selain cabai, kata dia, bawang merah juga mengalami kenaikan dari Rp48 ribu menjadi Rp54 ribu per kilogram. Meski rupiah terus melemah, Ronny menyebut belum ada dampak langsung terhadap harga kebutuhan pokok di pasar tradisional maupun retail modern di Kota Bandung.
"Belum ada perubahan lagi. Yang pernah terpengaruh dolar itu seperti pedagang tahu karena menggunakan kedelai impor," kata Ronny.
Sementara itu, kata dia, harga sejumlah komoditas utama lainnya masih terpantau stabil. Harga daging sapi bertahan di kisaran Rp151 ribu per kilogram, telur ayam Rp28 ribu per kilogram, dan daging ayam Rp37 ribu per kilogram.
Untuk menjaga stabilitas harga, Disdagin Kota Bandung terus melakukan pemantauan pasar serta koordinasi dengan distributor dan Bulog. Pemerintah juga telah menggelar bazar murah di 30 kecamatan sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga pangan masyarakat.
"Kami terus melakukan monitoring ke pasar tradisional maupun retail, termasuk komunikasi efektif dengan distributor dan Bulog," ujar Ronny.
| Pengaruh Dolar Sudah Dirasakan di Cirebon: Hotel Perang Tarif, Pengusaha Furniture Ketar-ketir |
|
|---|
| Inflasi Jabar Diklaim Masih Terkendali Meski Harga Sejumlah Bahan Pokok Mulai Naik |
|
|---|
| Pelemahan Rupiah Dekati Rp18 Ribu per Dolar AS Pukul Sentra Konfeksi, Harga Benang Naik 20 persen |
|
|---|
| Harga Naik Bikin Pedagang Sapi di Pasar Kosambi Bandung Mogok Jualan, Pengamat: Ada Faktor Spekulasi |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok di Majalengka Melonjak Naik, Cabai dan Bawang Merah Paling Terasa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pedagang-di-Pasar-Kosambi-Bandung-saat-menjajakan-tahu-Cibuntu.jpg)