Minggu, 19 April 2026

Waspada Predatory Rankings, Jebakan Peringkat Kampus Terbaik yang Menyesatkan

Waspada Predatory rankings membuat universitas tergoda oleh kebanggaan peringkat tinggi tanpa verifikasi.

|
Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/dok. Inspirasi Indonesia
PERINGKAT PERGURUAN TINGGI - Tangkapan layar situs resmi Webometrics menampilkan data peringkat perguruan tinggi Indonesia edisi Januari 2024. (Sumber: dok. Inspirasi Indonesia) 

Pemeringkatan ini bernama Webometrics Ranking Web of Universities atau singkatnya Webometrics, diluncurkan oleh Cybermetrics Lab, bagian dari lembaga penelitian di Spanyol, Consejo Superior de Investigaciones Científicas (CSIC). Pencetusnya adalah Dr. (H.C.) Isidro F. Aguillo.

Selama 20 tahun lebih Webometrics perlahan diakui sebagai pemeringkat terpercaya dan terkemuka di dunia, yang memiliki database mencakup puluhan ribu perguruan tinggi dari berbagai negara. 

Aguillo sang inisiator Webometrics pun pernah diundang oleh beberapa perguruan tinggi ternama Indonesia untuk memberikan paparan mengenai sistem pemeringkatan perguruan tinggi kelas dunia.

Webometrics Asli Versus Palsu

Webometrics rutin merilis daftar peringkat perguruan tinggi melalui laman resmi webometrics.info.

Sayangnya, sejak 2025 hingga tulisan ini dibuat, situs webometrics.info tidak lagi bisa diakses. 

Aguillo mengumumkan bahwa per Januari 2025, data resmi Webometrics dirilis melalui platform Figshare.

Platform ini sudah cukup dikenal di kalangan akademisi, khususnya sebagai sarana publikasi ilmiah dan repositori data riset open access.

Tidak dapat diaksesnya situs resmi bernama domain webometrics.info rupanya menimbulkan masalah. Hal ini berdampak mulai dikenalnya situs-situs lain yang bernama domain mirip dan memublikasikan informasi yang mereka klaim sebagai peringkat “Webometrics”.

Dikutip dari tulisan “Puluhan Negara Terjebak Predatory Rankings Tiruan Webometrics” (2026), setidaknya ada tiga situs yang sama-sama menerbitkan daftar peringkat “Webometrics” dengan nama menyerupai webometrics.info.

Ketiganya adalah webometrics.org, webometricsranking.com, dan webometrics.online. 

Ketiganya menampilkan data pemeringkatan yang berbeda-beda.

Dari ketiganya, ada yang secara eksplisit menyatakan bahwa situs tersebut tidak berafiliasi dengan Cybermetrics Lab, CSIC, atau Webometrics yang resmi.

Aguillo melalui akun media sosial secara tegas menyebut situs-situs tersebut sebagai “fake websites with fabricated data” alias situs palsu dengan data fiktif hasil rekayasa.

Penyesatan Integritas Akademik

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved