Rabu, 29 April 2026

Profesor Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswi

Dugaan Pelecehan oleh Guru Besar Unpad Bisa Cederai Marwah Akademik, Pengamat: Ini Persoalan Besar

Dugaan pelecehan seksual oleh guru besar Unpad menjadi pukulan berat bagi civitas akademik, khususnya kalangan profesor.

Tayang:
Istimewa
Screenshot tampilan yang menginformasikan kalau seorang guru besar Unpad terlibat dalam kasus pelecehan seksual. 
Ringkasan Berita:
  • Prof Cecep Darmawan menilai dugaan kasus pelecehan seksual di Unpad harus diusut tuntas oleh komisi etik, meski masih berupa dugaan.
  • Ia menyebut kasus ini menjadi pukulan berat bagi civitas akademik dan mencederai marwah institusi pendidikan tinggi.
  • Cecep menekankan pentingnya peran kampus mencegah kekerasan seksual serta perilaku yang melanggar norma.
  • Menurutnya, sanksi terhadap pelaku akan ditentukan komisi etik sesuai tingkat pelanggaran, termasuk kemungkinan pencabutan status guru besar.

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pengamat kebijakan pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Cecep Darmawan, menilai dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan guru besar di Universitas Padjadjaran (Unpad) harus diusut tuntas oleh komisi etik.

Menurutnya, kasus tersebut masih berupa dugaan dan harus menunggu pembuktian melalui proses yang berlaku, apalagi kasus tersebut tidak berkaitan langsung dengan status akademik terduga pelaku sebagai guru besar.

Meski begitu, Cecep mengakui bahwa dugaan tersebut tetap menjadi pukulan berat bagi civitas akademik, khususnya kalangan profesor. Dia menilai, peristiwa ini juga mencederai marwah institusi pendidikan tinggi.

Baca juga: BREAKING NEWS: Unpad Nonaktifkan Sementara Guru Besar yang Diduga Lecehkan Mahasiswa

"Tapi memang ini persoalan besar, sesuatu yang menjadi pukulan berat bagi komunitas guru besar meskipun mungkin itu baru saja pengukuhannya dan kejadiannya kapan, kita tidak tahu ya," ujarnya saat dihubungi, Rabu (15/4/2026).

Atas hal tersebut, Cecep menekankan pentingnya peran kampus sebagai garda terdepan dalam mencegah kekerasan seksual. Namun, dia juga mengingatkan agar perhatian tidak hanya fokus pada kekerasan seksual tetapi juga pada perilaku yang dinilai melanggar norma.

"Kebebasan seks juga harusnya bagian jadi perhatian yang dilarang. Kita terlalu fokus ke kekerasan seksual, harusnya tadi yang saya katakan, harus seimbang juga dengan perhatian terhadap soal itu," kata Cecep.

Terkait sanksi jika terbukti bersalah, Cecep mengatakan penanganannya tentu akan melalui mekanisme komisi etik perguruan tinggi. Sanksi yang diberikan bagi pelaku tergantung pada tingkat pelanggaran yang ditemukan.

"Kita ikutin saja prosesnya seperti apa karena nanti itu, komunikasinya juga harus melibatkan berbagai pihak. Si perempuan dan segala macam, jadi bakal agak panjang prosesnya," ucapnya.

Sementara terkait langkah pihak kampus yang telah menonaktifkan sementara pelaku, Cecep menilai bahwa tindakan tersebut sudah tepat. Sebab, langkah ini untuk memudahkan proses pemeriksaan yang nantinya akan dilakukan.

"Biasanya memang kalau ada kasus-kasus tertentu di perguruan tinggi itu dinonaktifkan dulu tridarmanya, jabatannya dan segala macam supaya fokus pada pemeriksaan," ujar Cecep.

Sementara terkait pencabutan status guru besar, dia menilai bisa saja dilakukan. Tetapi, hal ini tetap harus mengacu terhadap hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh komisi etik dan pasti ada mekanisme yang ditempuh.

Baca juga: VIRAL Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa, BEM Pasang Badan Desak Kampus Tindak Tegas Pelaku

"Mekanisme itu biasanya, dari komisi etik memberikan rekomendasi kepada pimpinan perguruan tinggi. Tapi ada dua jalur perbandingan, satu soal etik dan kedua soal disiplinnya, jadi bisa dua-duanya dilakukan," katanya.

Di sisi lain, Cecep menambahkan bahwa kasus ini harus menjadi alarm bagi dunia pendidikan tinggi untuk memperkuat pendidikan karakter, moral, dan etika, tidak hanya fokus pada aspek intelektual.

"Artinya perguruan tinggi tangannya semakin berat ya, dengan adanya media sosial segala macam dan ini juga mengingatkan semua pihak, jangan terlalu dominasi pada peningkatan intelektual semata ya, harus seimbang dengan penguatan karakter, etika, dan moral," ujar Cecep.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved