Dua Pekan Rusak, Pemprov Jabar Diminta Turun Tangan Perbaiki Jalan KBB-Cianjur yang Longsor
Pemkab Bandung Barat terkendala anggaran untuk memperbaiki jalan di Kampung Tugu, RT 01/05, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu itu
Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pemerintah Provinsi Jawa Barat diminta segera turun tangan untuk memperbaiki ruas jalan penghubung Kabupaten Bandung Barat (KBB)-Cianjur yang rusak diterjang longsor.
Pasalnya, Pemkab Bandung Barat terkendala anggaran untuk memperbaiki jalan di Kampung Tugu, RT 01/05, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu itu, sehingga surat permohonan bantuan itu akan dikirim ke Pemprov Jabar.
Camat Gununghalu, Hari Mustika mengatakan, terkait longsor tersebut Pj Gubernur Jabar sudah melakukan peninjauan ke lokasi dan memberikan beberapa opsi untuk memperbaiki ruas jalan penghubung KBB-Cianjur itu.
Baca juga: Ruas Jalan KBB-Cianjur yang Diterjang Longsor Belum Normal, Kendaraan Harus Bergiliran Saat Melintas
"Sekarang kondisi jalannya baru terbuka saja, kalau untuk perbaikan belum dilaksanakan karena ini perlu bantuan anggaran dari Pemprov Jabar," ujarnya saat dihubungi, Minggu (2/6/2024).
Menurutnya, perbaikan ruas jalan tersebut perlu segera dilakukan karena itu merupakan akses vital masyarakat untuk beraktivitas dan mendistribusikan hasil pertanian ke daerah Kabupaten Cianjur.
"Jadi sampai saat ini aktivitas masyarakat belum normal karena jalan baru terbuka saja, itupun kendaraan harus sabar bergantian ketika melintas," kata Hari.
Ruas jalan yang terdampak longsor pada 14 Mei 2024 tersebut kondisinya patah hingga sebagian badan jalan masuk ke dalam jurang, sehingga akibat kejadian itu akses warga masih terhambat dan masih rawan terjadi longsor susulan.
"Kalau tidak segera diperbaiki, jalan itu rawan longsor akibat getaran dari kendaraan yang melintas," ucapnya.
Baca juga: Selama Dua Pekan Puluhan Warga Gununghalu Bandung Barat yang Terdampak Longsor Masih Mengungsi
Kepala Dinas PUTR KBB, Mochamad Ridwan mengatakan, sebelum memperbaiki ruas jalan yang patah sepanjang 50 meter itu, pihaknya akan melakukan kajian untuk memastikan kekuatan tanah agar tidak kembali longsor ketika turun hujan deras.
"Badan jalan yang patah maupun terancam amblas akan dibangunkan kembali. Kalau kebutuhan anggrannya masih dihitung, nanti akan ketahuan setelah ada Detail Engineering Design (DED)," kata Ridwan beberapa waktu lalu.
Ia mengatakan, sebelum pembangunan konstruksi harus diketahui dahulu kedalaman lapisan tanah kerasnya, sehingga terkait hal tersebut harus dilakukan kajian.
"Kami bersama tim konsultan sudah datang ke lokasi kejadian dengan membawa alat sordir dan theodolit untuk mengetes titik tanah keras," ujarnya.
| Potret Perbaikan Jalan di Purwakarta: Kemantapan Jalan Kabupaten Meningkat Hingga 88,63 Persen |
|
|---|
| DPRD Soroti LKPJ 2025, Program Pemprov Jabar Efektivkah? |
|
|---|
| Pemprov Jabar Kembangkan Open Data, Irpan: Fondasi Program Tepat Sasaran |
|
|---|
| Banjir Bandang di Cipeteuy Sukabumi Putus Jembatan dan Rusak Sawah Warga |
|
|---|
| Longsor di Jalur Kereta Api Bikin Perjalanan KA Siliwangi Dibatalkan, Penyangga Rel Jadi Tak Stabil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-Jalan-KBB-Cianjur-yang-rusak-diterjang-longsor.jpg)