BICHMS 2025 Dorong Kesehatan Berbasis Nilai Islam, Arah Baru Kolaborasi Asia
Fakultas Kedokteran Unisba mengitegrasikan kesehatan berbasis nilai-nilai Islam di kawasan Asia sebagai alternatif pendekatan global.
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (FK Unisba) mengitegrasikan kesehatan berbasis nilai-nilai Islam di kawasan Asia sebagai alternatif pendekatan global yang selama ini didominasi pandangan Barat.
Gagasan tersebut menjadi fokus utama dalam The 5th Bandung International Conference of Medical and Health Sciences (BICMHS 2025) dengan tema “Asian Leadership for Global Impact: Advancing Health Equity through Collaborative Action.”
Dekan FK Unisba, Santun Bhekti Rahimah, menilai, kesehatan tidak semata urusan medis, tetapi juga moral dan spiritual.
"Selama lebih dari dua dekade FK Unisba telah berupaya mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan keunggulan ilmiah, melahirkan tenaga medis yang tidak hanya kompeten, tetapi juga beretika dan berempati tinggi," ujar Santun, Minggu (12/10/2025).
Melalui ajang ini, pihaknya terus membangun kemitraan dan berkontribusi terhadap peningkatan kesehatan global melalui kolaborasi riset dan dialog ilmiah.
Baca juga: PPMB FIKOM Unisba Tekankan Adaptasi Mahasiswa di Era Komunikasi Digital
Konferensi ini mempertemukan akademisi dan peneliti dari Indonesia, Malaysia, Singapura, India, dan Filipina untuk membahas bagaimana universitas Islam dan lembaga kesehatan di Asia dapat berkolaborasi mengembangkan riset yang mengintegrasikan sains modern.
Seluruh artikel ilmiah yang dipresentasikan dalam konferensi ini akan diterbitkan dalam prosiding internasional terindeks Garuda, sebagai bentuk komitmen Unisba dalam mendukung publikasi riset berkualitas dan memperluas jaringan akademik global.
"Merupakan kehormatan besar bagi FK Unisba dapat kembali menjadi tuan rumah BICMHS yang ke-5. Melalui forum ini, kami ingin menegaskan komitmen untuk memperkuat peran Asia dalam membentuk komunitas global yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan,” ujar Santun Bhekti Rahimah.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unisba, Asnita Frida B. R. Sebayang, mengatakan, ajang ini menjadi momentum penting bagi Unisba yang telah berusia 67 tahun untuk memperkuat jejaring internasional.
"Melalui BICMHS mampu memperluas inovasi riset, dan menghadirkan dampak positif bagi ilmu pengetahuan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu menjadi pusat berbagai inisiatif kolaborasi strategis yang melibatkan dosen, mahasiswa dan staf untuk memastikan inovasi yang berkelanjutan, termasuk publikasi bersama, penelitian lintas institusi, mobilitas mahasiswa, pengabdian masyarakat berbasis ilmiah, serta kegiatan bermanfaat lainnya. (*)
| Unisba Petakan 52 Dosen Potensial untuk Kejar Kebutuhan Guru Besar |
|
|---|
| Pakar Hukum Unisba Soroti Potensi Hukum dalam Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS |
|
|---|
| Pakar Hukum Sebut Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Akibat Kelalaian, Pelaku Sulit Dipidana |
|
|---|
| Kriminolog Unisba Minta Polisi Proaktif Usut Teror Ketua HMI Jabar: Jangan Tunggu Ada Korban! |
|
|---|
| Kriminolog Unisba Minta Polisi Proaktif Soal Teror yang Incar Ketua HMI Jabar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Acara-The-5th-Bandung-International-Conference-uNISBA.jpg)