Hanif Ali Ungkapkan Rasa Benci ke Negara Sendiri, Kini Ia Berikrar Setia ke NKRI di Lapas Sumedang

Hanif ditangkap dan divonis bersalah karena mengungkapkan rasa benci terhadap NKRI di media sosial. Dia divonis 4 tahun penjara.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Adityas Annas Azhari
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Hanif Ali Fakhos bin Ali Muhammad Fakhos, seorang narapidana terorisme yang saat ini mendekam di Lapas Kelas II B Sumedang berikrar kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Selasa (24/1/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Hanif Ali Fakhos bin Ali Muhammad Fakhos, seorang narapidana terorisme yang saat ini mendekam di Lapas Kelas II B Sumedang berikrar kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

Ikrar itu diucapkannya pada Selasa (24/1/2023) di hadapan perwakilan dari Kementerian Agama (Kemenag), Pejabat Lapas Sumedang, Polres, Kodim 0610/Sumedang, Badan Nasional Penaggulangan Terorisme (BNPT), Densus Polda Jawa Barat, Kusnali; Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jawa Barat, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sumedang.

Hanif ditangkap dan divonis bersalah karena mengungkapkan rasa benci terhadap NKRI di media sosial. Dia divonis 4 tahun penjara.

Baca juga: KadivPas Kemenkumham Jabar Saksikan Ikrar Setia NKRI Napiter Lapas Sumedang

Semula Hanif ditahan di Polda Metro Jaya, kemudian dipindah ke Lapas Cikeas, dan kini telah sebulan ditahan di Mapolres Sumedang. Hanif adalah warga Provinsi Jawa Timur. Hingga hari ini, Hanif telah menjalani hukuman penjara selama 2 tahun 1 bulan. 

"Ya itu sesuai amanat Undang-Undang nomor 22 tahun 2022 tentang pemasyarakatan. Napiter ketika akan diusulkan hak-haknya harus melakukan Sumpah NKRI, kemudian deradikalisasi,"

Baca juga: Bekal Ketapel dan Busur Untuk Terorisme, Aris Asruroji Dihukum 5 Tahun, Kini Ikrar Setia NKRI

"Setelah itu, baru bisa diusulkan mendapatkan hak-hak seperti remisi," kata Kalapas Sumedang, Imam Sapto. 

Imam mengatakan Hanif menyatakan ikrar setia kembali kepada NKRi hari ini. Setelah berikrar, Hanif bersimpuh mencium bendera merah putih. 

"Selama di lapas Sumedang ini, Hanif seriang saya ajak bicara. Dia bisa diajak komunikasi. Dan saya kira dia juga bersosialisasi baik dengan narapidana lain," katanya. 

Baca juga: Belasan Anggota Khilafatul Muslimin di Sumedang Ikrar Setia ke NKRI di Hadapan Bupati dan Kapolres

Sebelumnya ada dua napi teroris di Lapas Sumedang. Satu lagi adalah Ipan Nugraha, warga Kecamatan Cibugel Kabupaten Sumedang. Dia baru saja dibebaskan secara bersyarat. 

Ipan adalah orang yang divonis bersalah karena terlibat rencana peledakan gedung KPU RI pada saat Pemilu 2019. Ipan bertindak sebagai perakit bom.(*)

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved