Panic Button saat Bandung Makin Bahaya, Sekda Pastikan Masih Jalan, Kadiskominfo Bilang Sebaliknya

Sekda Kota Bandung memastikan aplikasi Panic Button milik Kota Bandung masih berjalan, namun Kadis Yayan Ahmad Brilyana, justru menyatakan sebaliknya

TRIBUNJABAR.ID/NAZMI ABDURRAHMAN
Sekretaris Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna diwawancarai sesuai rapat koordinasi di Polrestabes Bandung, Jumat (20/1/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bandung, Ema Sumarna, memastikan aplikasi Panic Button milik Pemerintah Kota Bandung masih berjalan dan dapat digunakan masyarakat.

Sayangnya, sejak diluncurkan tahun 2018 lalu, Pemkot Bandung jarang menyosialisasikannya.

Inilah, yang menurut Ema, masyarakat jadi tak familier dengan aplikasi tersebut.

"Ya, itu (sosialisasi) yang barangkali harus kita optimalkan lagi ya," ujarnya seusai menghadiri rapat koordinasi di Polrestabes Bandung, Jumat (20/1).

Keberadaan aplikasi yang diluncurkan saat Ridwan Kamil masih menjabat sebagai Wali Kota Bandung itu kembali disinggung menyusul kembali maraknya kejahatan jalanan di Kota Bandung, akhir-akhir ini.

Baca juga: 2 Warga Bandung Termasuk dari 9 Korban Keganasan Wowon cs, Mereka Istri dan Mertua Wowon

Di Jalan Cikaso, awal Januari lalu, Rd (17), remaja asal Cibeunying Kaler terluka parah setelah dianiaya sejumlah pemuda. Tak hanya itu, sepeda motor korban juga ikut dirampas.

Berselang beberapa hari, kejahatan juga menimpa M (39), yang menjadi sasaran begal saat berangkat bersama dengan suaminya di kawasan Jatihandap, tak jauh dari kediaman mereka. Beruntung, baik M maupun suaminya selamat.

Masih pada awal Januari, kawanan begal juga beraksi di Jalan Bojong Koneng. Para korban berhasil selamat, namun sepeda motor mereka dirampas.

Polisi yang bergerak cepat akhirnya berhasil mengendus keberadaan pelaku, dan menangkap mereka beberapa hari kemudian.

Pada awal Januari juga, seorang warga ditemukan terkapar di tepi Jalan Cipamokolan dengan luka tusuk di tubuhnya. Belakangan diketahui, korban bernama M Ikbal Sentana (27), warga Kecamatan Rancasari.

Polisi berhasil menangkap pelakunya sepekan kemudian. Namun, nyawa korban tak tertolong.

Ema mengatakan, hingga saat ini ia mengaku belum mendapat informasi tentang berapa jumlah warga yang sudah memanfaatkan aplikasi Panic Button tersebut.

Padahal, sesuai dengan namanya, cara penggunaan aplikasi ini sangat mudah.

Baca juga: Aplikasi Panic Button Diklaim Masih Ada, Sekda Kota Bandung Bilang Akan Dioptimalkan Lagi

Penggunanya hanya tinggal menekan tombol saat berada dalam keadaan genting dan akan segera mendapatkan respons dari petugas yang berada di Call Center Pemkot Bandung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved